Faktor 'Base Effect', Impor Mei 2021 Tembus 14,23 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 15/06/2021, 13:30 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Mei 2021 mencapai 14,23 miliar dollar AS. Secara bulanan, impor menurun -12,16 persen karena adanya faktor musiman usai Ramadan dan Idul Fitri.

Namun secara tahunan, impor tumbuh tinggi sebesar 68,68 persen. Kenaikan impor yang sangat signifikan ini terjadi karena adanya kenaikan impor migas 213,6 persen dan kenaikan impor non migas sebesar 56,44 persen.

"Peningkatan impor sangat impressive pada Mei terjadi karena low base effect tahun 2020, kemudian permintaan dari berbagai negara seiring pemulihan ekonomi, yang kemudian dibarengi dengan peningkatan harga komoditas," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi video, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Catat Rekor, Neraca Dagang RI Bulan Mei Surplus 2,36 Miliar Dollar AS

Berdasarkan penggunaan barang, impor barang konsumsi -13,77 persen (mtm). Barang konsumsi yang menyumbang penurunan adalah raw sugar dari India, obat-obatan dari Jerman, mesin AC dari China, kurma dari Arab Saudi, dan mainan dari China.

Sama dengan barang konsumsi, impor bahan baku/penolong -11,6 persen. Kendati secara tahunan, impor bahan baku/penolong ini meningkat 79,11 persen. Adapun barang modal -14,09 persen (mtm) dan tumbuh 35,28 persen (yoy).

"Kami harap peningkatan impor bahan baku akan berpengaruh besar pada pergerakan manufaktur di Indonesia pada tahun 2021," ucap pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan golongan barang HS2 digit, barang impor yang mengalami peningkatan terbesar adalah HS26, yakni bijih terak dan abu logam, kemudian buah-buahan, dan produk sayuran seperti bawang putih dan bawang merah.

HS 2 digit yang menurun dalam, yaitu mesin dan perlengkapan elektrik yang tergabung dalam HS85. Kemudian ada plastik dan barang dari plastik, mesin dan peralatan mekanis, logam mulia dan lain-lain.

Berdasarkan negara tujuan, impor barang dari Afrika Selatan naik 225,5 juta dollar AS, diikuti Turki mencapai 42,7 juta dollar AS, Italia sebesar 22,6 juta dollar AS, Pantai Gading sebesar 16,3 juta dollar AS, dan Belarus 14,2 juta dollar AS.

Baca juga: Udang Jadi Primadona Ekspor Komoditas Hasil Kelautan Selama Caturwulan I/2021

"Pangsa impor non-migas tidak berubah, yakni 32,7 persen berasal dari China. Diikuti Jepang sebesar 7,52 persen, dan Korea Selatan menempati posisi ketiga 5,56 persen. Impor dari ASEAN sumbangannya 16,48 persen, sementara Uni Eropa 6,48 persen," pungkas Kecuk.

Secara kumulatif, total impor Indonesia dari Januari-Mei 2021 mencapai 73,82 miliar dollar AS. Dibanding posisi yang sama tahun lalu, impor naik 22,47 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kehilangan Rp 195,75 Triliun, Jeff Bezos Masih Orang Terkaya di Dunia

Kehilangan Rp 195,75 Triliun, Jeff Bezos Masih Orang Terkaya di Dunia

Whats New
[POPULER MONEY] Kelulusan CPNS Tak Didasarkan Rangking | Data Penerima Subsidi Gaji Diserahkan

[POPULER MONEY] Kelulusan CPNS Tak Didasarkan Rangking | Data Penerima Subsidi Gaji Diserahkan

Whats New
Ini Cara Memilih Tanggal dan Tempat Pencairan BPUM UMKM di E-Form BRI

Ini Cara Memilih Tanggal dan Tempat Pencairan BPUM UMKM di E-Form BRI

Whats New
Mengenal Apa Itu Stock Split Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Mengenal Apa Itu Stock Split Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Whats New
Mentan: Presiden Minta Porang yang Diekspor Sudah Diproses...

Mentan: Presiden Minta Porang yang Diekspor Sudah Diproses...

Whats New
Simak, Ini Ketentuan Bobot Penilaian SKD CPNS 2021

Simak, Ini Ketentuan Bobot Penilaian SKD CPNS 2021

Work Smart
OJK Minta Kominfo Blokir Aplikasi Penagih Utang

OJK Minta Kominfo Blokir Aplikasi Penagih Utang

Whats New
Kemenhub Tetapkan Konsorsium Pengelola Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Kemenhub Tetapkan Konsorsium Pengelola Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Whats New
Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Tanoto Foundation Donasikan 300 Ton Beras Premium

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Tanoto Foundation Donasikan 300 Ton Beras Premium

Rilis
Menhub: Pembangunan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dibiayai Swasta

Menhub: Pembangunan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dibiayai Swasta

Whats New
WFH Dirasa Penuh Tantangan oleh Sejumlah Karyawan, Ini Tanggapan Psikolog

WFH Dirasa Penuh Tantangan oleh Sejumlah Karyawan, Ini Tanggapan Psikolog

Rilis
Bantu Pasien Covid-19, Sinar Mas Salurkan 1.200 Ton Oksigen Cair di Sumsel dan Jabar

Bantu Pasien Covid-19, Sinar Mas Salurkan 1.200 Ton Oksigen Cair di Sumsel dan Jabar

Rilis
Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 394 Miliar pada Semester I-2021

Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 394 Miliar pada Semester I-2021

Whats New
Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi COVID-19

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi COVID-19

Whats New
PPKM Level 4, Anak Berusia 12 Tahun ke Bawah Dilarang Naik KA Jarak Jauh

PPKM Level 4, Anak Berusia 12 Tahun ke Bawah Dilarang Naik KA Jarak Jauh

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X