Sidang IMO MEPC ke-76 Alot, RI Mentahkan Usul Eropa soal Reduksi Emisi

Kompas.com - 15/06/2021, 19:49 WIB
Sidang International Maritime Organization terkait Marine Environment Protection Committee (IMO MEPC) ke-76. dok.KemenhubSidang International Maritime Organization terkait Marine Environment Protection Committee (IMO MEPC) ke-76.


JAKARTA, KOMPAS.com – Delegasi Indonesia baru saja terlibat dalam forum yang berjalan alot pada Sidang International Maritime Organization terkait Marine Environment Protection Committee (IMO MEPC) ke-76.

Perdebatan sengit terjadi khusus terkait dengan agenda penurunan gas rumah kaca (green house gas). Delegasi Indonesia menyampaikan sikapnya (bargaining position) mengenai konsep CO2 reduction rate untuk mencapai target reduksi emisi CO2 40 persen tahun 2030.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia, Capt Hermanta, menjlaskan, pada sidang IMO MEPC ini terjadi pembahasan yang alot terkait aksi jangka pendek dalam mencapai target tersebut.

Baca juga: Sidang IMO FAL ke-45: Indonesia Paparkan Digitalisasi Sistem Pelabuhan

Menurutnya, Indonesia bersama negara-negara berkembang lainnya memperjuangkan angka reduksi yang relatif implementatif.

Sementara negara-negara Eropa mendorong komite menyetujui angka reduksi yang ambisius untuk memastikan pemenuhan target tahun 2030.

Dikatakan, beberapa negara Eropa telah menyampaikan ambisinya untuk menerapkan angka reduksi minimal 22 persen mulai tanggal 1 Januari 2026.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun Indonesia dan beberapa negara berkembang lebih memilih langkah yang implementatif dengan nilai angka reduksi minimal 10 persen.

Baca juga: Kemenhub Gencarkan Vaksinasi Gratis untuk Pelaut, Simak Jadwalnya

Setelah setiap negara anggota menyampaikan pandangannya, dan pada akhir diskusi pada sesi ini ketua sidang memutuskan IMO akan menerapkan angka angka reduksi CO2 sebagaimana yang diperjuangkan Indonesia, yaitu menerapkan angka reduksi yang non linier hingga tahun 2030.

“Alhamdulillah Indonesia bersama dengan negara yang mendukung CO2 reduction rate yang implementatif berhasil mengungguli negara-negara Eropa (menang tipis) yang kemudian hasilnya langsung diputuskan untuk diadopsi,” kata Hermanta dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Untuk diketahui bersama bahwa untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 40 persen di tahun 2030, maka kapal-kapal lama wajib menerapkan energi efisiensi dengan berbagai metode.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.