Kompas.com - 17/06/2021, 11:37 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency nytimes.comIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga bitcoin kembali bergerak naik ke level 40.000 dollar AS atau sekitar Rp 570 juta per keping (kurs Rp 14.250 per dollar AS) untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir.

Hal itu terjadi setelah Elon Musk menyatakan Tesla akan kembali menerima pembayaran dengan bitcoin.

Lewat Twitternya pemilik perusahaan mobil listrik itu memastikan Tesla akan kembali menerima pembayaran bitcoin setelah sempat mencabutnya, bila jaringan penambangan atau mining mata uang digital ini menggunakan energi terbarukan di atas 50 persen.

Baca juga: The Fed Proyeksi Kenaikan Suku Bunga di 2023, Harga Bitcoin Melemah

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, Musk memang sering menimbulkan pernyataan yang memancing tingkat permintaan bitcoin, sehingga sangat berpengaruh terhadap harga.

Kali ini, pernyataannya adalah pernyataan positif yang mendukung dan mendorong inovasi dari Bitcoin.

"Elon Musk memberikan pernyataan positif dimana dia mendukung adanya inovasi dan gagasan ramah lingkungan dari mining Bitcoin. Pernyataannya mendongkrak harga Bitcoin. Saat ini, Bitcoin sudah menunjukkan sinyal support dan tren kenaikan harga," kata Oscar dalam keterangannya, Kamis (17/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, mendorong jaringan mining bitcoin menggunakan energi terbarukan diatas 50 persen merupakan hal yang sangat mungkin untuk diwujudkan, lantaran sekarang energi pembangkit listrik mulai beralih ke teknologi terbarukan dan para miner bitcoin pula menyambut hal tersebut.

Baca juga: Sempat Menguat, Harga Bitcoin dkk Hari Ini Turun Tipis

"Memang, mining selama ini menghabiskan banyak energi. Tetapi, selalu ada solusi atas permasalahan seperti ini. Sudah banyak ide blockchain yang muncul soal ini. Founder Twitter sendiri juga telah menyatakan siap engembangkan mining yang ramah lingkungan. Gagasan ini terungkap pada konferensi Bitcoin di Miami, awal Juni lalu," jelas Musk.

Selain pernyataan Musk, kenaikan harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu, juga terjadi karena adanya kesepakatan para miners di seluruh dunia soal smart contract dari bitcoin yang disebut Taproot.

Ini menjadi transformasi pertama setelah 4 tahun.

Oscar menjelaskan, Taproot akan meningkatkan transaksi dan efisiensi bitcoin sebab membuat kontrak pintar lebih murah dan lebih kecil.

Menurut dia, beberapa hari lalu para miners di seluruh dunia telah menyepakati proposal Taproot mengenai smart contract bitcoin.

Baca juga: Sebelum Beli Aset Kripto, Pahami Model Investasi dan Keamanan Tradingnya

"Ini juga menjadi penyebab kenaikan harga Bitcoin. Taproot yang akan terjadi pada November 2021 itu akan menjadi momen penting. Karena membuka peluang luas bagi developer yang tertarik untuk memperluas utilitas bitcoin," ungkap dia.

Adapun mengutip laman Coinmarketcap.com, Kamis (17/6/2021), harga bitcoin dalam 24 jam terakhir memang sempat menyentuh level 40.610 dollar AS.

Namun, pada pukul 10.34 WIB, nilai bitcoin telah turun ke level 39.026 dollar AS.

Di sisi lain, data Coingecko menunjukkan, kapitalisasi pasar bitcoin masih yang terbesar di dunia dengan kini mencapai 732,72 miliar dollar AS atau 43,66 persen dari total keseluruhan nilai pasar kripto saat ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.