Sampai 15 Juni, BI Sudah Beli SBN Burden Sharing Rp 116,26 Triliun

Kompas.com - 17/06/2021, 17:23 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan masih melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dalam skema berbagi beban (burden sharing) dengan pemerintah hingga Juni 2021.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, bank sentral sudah membeli Rp 116,26 triliun SBN di pasar perdana hingga 15 Juni 2021.

Pembelian dilakukan untuk mendanai defisit APBN akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Tenang, BI Proyeksi Tapering The Fed Baru Berlangsung Tahun Depan

"Pembelian Rp116,26 triliun terdiri dari Rp 40,80 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO)," ujar Perry dalam konferensi video, Kamis (17/6/2021).

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sebesar Rp 94,03 triliun sepanjang tahun 2021 hingga 15 Juni.

Penambahan likuiditas juga dilakukan lantaran belum ada tapering off alias pengetatan likuiditas dari The Fed.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan ekspansi moneter itu, Perry meyakini kondisi likuiditas bank menjadi sangat longgar.

"Ini tecermin pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi, yakni 32,71 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,71 persen (yoy)," jelas Perry.

Baca juga: Rupiah dan Inflasi Stabil, BI Tahan Suku Bunga di Level 3,50 Persen

Perry melihat, likuiditas perekonomian juga meningkat, tecermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 12,6 persen (yoy) dan 8,1 persen (yoy) pada Mei 2021.

"Namun ekspansi likuiditas tersebut belum optimal mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah kecepatan perputaran uang di ekonomi (velositas) yang menurun, seiring belum kuatnya permintaan domestik," pungkas Perry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X