Aceh Ekspor 18 Kontainer Kopi Arabica Gayo untuk Gerai Starbucks di AS dan Eropa

Kompas.com - 18/06/2021, 08:53 WIB
Ilustrasi kopi arabica SHUTTERSTOCK/STOCKCREATIONSIlustrasi kopi arabica

Caranya adalah dengan berkolaborasi dengan para petani kopi perorangan, bergabung bersama koperasi, sehingga koperasi bisa menjadi offtaker pertama langsung dari petani.

Jika koperasinya sehat, nanti akan didukung pembiayaan lewat LPDB-KUMKM.

Koperasi juga akan diperkuat dengan resi gudang untuk menyimpan produk yang melimpah dan harga sedang tidak bagus.

Baca juga: Mengintip Strategi Pengusaha Kopi Kekinian Bertahan di Tengah Pandemi

“Dengan begitu, petani akan fokus pada kualitas kopinya. Saya Ingin memperkuat kelembagaan koperasi di Gayo khsususnya bagi para petani kopi. Kami juga akan memperkuat kelembagaannya serta pembiayaannya melalui LPDB-KUMKM, KUR, dan perbankan,” ujar Teten.

Ketua Koperasi BQ Baburrayyan Rizwan Husni mengatakan, koperasinya telah memiliki total anggota koperasi sebanyak 4.260 petani kopi yang memiliki sertifikasi kebun kopi organik dengan luas lahan 5.590 hektar (ha).

Sejauh ini, Koperasi BQ Baburrayyan 100 persen membeli kopi langsung dari petani. Sekitar 85 persennya dijual untuk kualitas pasar ekspor dan sisanya 15 persen dijual di dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Starbucks sendiri, kata Rizwan, menjadi pasar terbesar untuk komoditas kopi. Starbucks sudah memiliki 33 ribu gerai di seluruh dunia.

Baru-baru ini, Starbucks juga membuka gerai eksklusifnya di Medan setelah di Bali. Baburayyan juga memasok kopi gerai eksklusif tersebut di Medan.

Baca juga: Indonesia Bidik Ekspor Kopi hingga Kakao ke Inggris

“Kami menjadi satu-satunya koperasi yang memiliki direct access penjualan ke Starbucks. Kontrak kerja kami langsung dengan Starbucks. Mereka survei sendiri lokasi serta kualitas kopinya. Alhamdulillah produk kami disukai,” kata Rizwan.

Sebagai informasi, Baburayyan telah mensuplai kopi ke gerai Starbucks Reserve dan dikirim sebanyak 2.280 kg ke Yokohama (Jepang), 10.500 kg ke Shanghai (China), 8.400 kg ke AS, dan 2.820 kg ke Hamburg (Jerman).

Namun di sisi lain, pandemi Covid-19 yang terjadi juga memberikan dampak bagi Baburayyan, yang sebelumnya mampu mengekspor 1.000-1.500 ton per tahun, tetapi di 2020 lalu hanya sebanyak 499,2 ton dengan nilai Rp 35,6 miliar.

Hingga Mei 2021 ini, Baburayyan menjual sebanyak 57.000 kg senilai Rp 4,2 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.