Bangun Food Estate Hortikultura di Jawa, Kementan Survei 2 Daerah Ini

Kompas.com - 19/06/2021, 15:32 WIB
Ilustrasi bawang merah. Unsplash/Paul MadgasIlustrasi bawang merah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Kalimantan, NTT, dan Sumatera, Kementerian Pertanian bakal mengembangkan Food Estate di Jawa.

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto menyebutkan, hal itu sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan adanya perluasan kawasan komoditas strategis sebagai penopang utama kebutuhan kota-kota besar, utamanya di Pulau Jawa.

Menindaklanjuti hal itu, Prihasto mengintruksikan jajarannya untuk menyurvei calon lokasi program super prioritas Kementan Food Estate berbasis Hortikultura.

Baca juga: Petani Food Estate di Sumut Mulai Panen

"Kita harus bergerak cepat ke lapangan, sudah ada beberapa kawasan yang cocok untuk digunakan sebagai lokasi penerapan program Food Estate Berbasis Hortikultura ini. Salah satunya adalah kawasan komoditas strategis bawang merah ramah lingkungan dan juga kawasan tanaman obat," ungkap Prihasto dalam siaran resminya, dikutip Kompas.com, Sabtu (19/6/2021).

Dia optimistis program Food Estate berbasis hortikultura ini akan berhasil dilaksanakan dalam waktu dekat.  Pasalnya menurut dia, petani di dua lokasi yang disurvei yakni Yogyakarta dan Jawa Barat sangat antusias dengan adanya rencana program nasional Food Estate yang digagas oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

Prihasto menyebutkan, komoditas bawang merah cocok untuk dikembangkan karena memiliki peluang bisnis yang sangat bagus di pasaran. Apalagi sebagian petani sudah terbiasa menerapkan budidaya bawang merah ramah lingkungan yang menghasilkan bawang merah GLOWING (Gede, Lebih Original, dan Berwawasan Lingkungan).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini petani sudah harus mulai peduli terhadap lingkungan. Rencana pengembangan food estate bawang merah ini juga diarahkan untuk penerapan budidaya ramah lingkungan. Jangan sampai menggunakan pupuk kimia dan pestisida berlebih yang lama-lama bisa merusak kesuburan lahan. Petani harus mulai beralih ke pupuk organik dan pestisida nabati," tegasnya.

Food Estate berbasis hortikultura yang akan dikembangkan di Jawa ini, direncanakan akan fokus pada bawang merah seluas 500 hektar dan bawang bombay seluas 50 hektar dan disertai dengan 20.000 batang kelengkeng kateki sebagai tanaman konservasi.

Pengelolaan Food Estate ini akan melibatkan Kementerian/lembaga terkait, karena sistem pertanian terintegrasi ini berskala modern, sehingga seluruh pengelolaannya menggunakan teknologi pertanian termutakhir.

Kementan akan melakukan pendampingan penuh pada petani dalam budidaya, pascapanen, pengolahan, pembentukan korporasi hingga pemasaran dan ekspor.

Baca juga: Menko Luhut: Presiden Minta Food Estate di Kalteng Harus Jalan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.