[POPULER MONEY] Pemerintah Tarik Pinjaman dari Bank Dunia | Komentar Dirut Garuda soal Suspensi Saham

Kompas.com - 20/06/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah baru saja menarik pinjaman senilai Rp 13 triliun dari  Bank Dunia. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai program pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Berita mengenai pinjaman Bank Dunia tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Sabtu (19/6/2021). Sementara itu berita lain yang masuk terpopuler adalah komentar Dirut Garuda soal saham maskapai tersebut yang disuspensi.

Berikut adalah daftar berita terpopuler selengkapnya:

1. Jokowi Tarik Utang Baru Rp 13 Triliun dari Bank Dunia

Bank Dunia atau World Bank baru saja menyetujui pinjaman baru sebesar 500 juta dollar AS yang diajukan pemerintah Indonesia. Utang baru dipakai untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Beberapa di antaranya yakni penambahan tempat isolasi pasien virus corona (Covid-19), tempat tidur rumah sakit, penambahan tenaga medis, lab pengujian, serta peningkatan pengawasan dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

Selain itu, pinjaman dari Bank Dunia juga akan dipakai pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperluas program vaksinasi Covid-19. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

2. Saham Garuda Disuspensi, Ini Penjelasan Direktur Utama

Aktivitas perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dihentikan sementara oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihak perseroan telah mengetahui suspensi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini sebut Irfan, Garuda Indonesia tengah berupaya menyelesaikan pembayaran sukuk senilai 500 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 7,2 triliun.

"Saat ini, perseroan juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pemegang sukuk guna menyampaikan informasi terkait langkah-langkah yang kini tengah ditempuh perseroan dalam upaya pemenuhan kewajiban pembayaran kupon sukuk mengacu pada mekanisme yang berlaku," katanya kepada Kompas.com, Jumat (18/6/2021). Selengkapnya bisa dibaca di sini.

3. 3 Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Status kepesertaan BPJS Kesehatan sangat bergantung dari lancar tidaknya membayar iuran. Lalu bagaimana cara cek BPJS Kesehatan aktif atau tidak? Cara mengecek BPJS Kesehatan aktif atau tidak bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Data yang diperlukan adalah nomor kartu atau bisa menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nah berikut ini beberapa metode cara cek BPJS Kesehatan aktif atau tidak sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selengkapnya bisa dibaca di sini.

4. Harga Bitcoin dkk Kembali Tertekan, Apa Sebabnya?

Harga mata uang kripto kembali merosot pada perdagangan hari ini, Sabtu (19/6/2021). Setelah sempat sedikit bangkit di awal pekan, harga aset kripto terpopuler terus merosot dalam beberapa hari terakhir.

Harga bitcoin misalnya, dikutip dari CoinMarketCap pada perdagangan hari ini merosot 5,75 persen menjadi ke kisaran 35.551,93 dollar AS per keping. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp 511,95 juta (kurs Rp 14.400). Selengkapnya bisa dibaca di sini.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LPKR dan LPCK Masuk Daftar Efek Syariah

LPKR dan LPCK Masuk Daftar Efek Syariah

Whats New
Termasuk KA di Bali, Ini Daftar Proyek Strategis Nasional Kereta Api

Termasuk KA di Bali, Ini Daftar Proyek Strategis Nasional Kereta Api

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Devisa?

Apa yang Dimaksud dengan Devisa?

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Percaya Diri dan Mental Baja Hadapi Senioritas di Kantor | Senioritas 'Nikmat Membawa Sengsara'

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Percaya Diri dan Mental Baja Hadapi Senioritas di Kantor | Senioritas "Nikmat Membawa Sengsara"

Rilis
Ingin Wakaf Tapi Tidak Punya Banyak Aset? Asuransi Allianz Punya Solusinya

Ingin Wakaf Tapi Tidak Punya Banyak Aset? Asuransi Allianz Punya Solusinya

Whats New
Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Kesehatan Bisa Tembus Rp 300 Triliun Tahun Ini

Sri Mulyani Perkirakan Anggaran Kesehatan Bisa Tembus Rp 300 Triliun Tahun Ini

Whats New
Luhut Minta Masukan Penanganan Pandemi Covid-19 dari Ekonom, Dokter, hingga Mahasiswa

Luhut Minta Masukan Penanganan Pandemi Covid-19 dari Ekonom, Dokter, hingga Mahasiswa

Whats New
Daftar Terbaru Jalan Tol yang Masuk Proyek Strategis Nasional 2021

Daftar Terbaru Jalan Tol yang Masuk Proyek Strategis Nasional 2021

Whats New
Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Spend Smart
Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Melirik Potensi Bisnis SPBU di Masa Pandemi, Bisa untuk Investasi Jangka Panjang?

Melirik Potensi Bisnis SPBU di Masa Pandemi, Bisa untuk Investasi Jangka Panjang?

BrandzView
Tanoto Foundation Donasikan 3.000 Unit Oxygen Concentrator secara Bertahap

Tanoto Foundation Donasikan 3.000 Unit Oxygen Concentrator secara Bertahap

Rilis
Ikappi Sebut Hoaks soal Vaksin dan Covid-19 Masih Kuat di Pasar Tradisional

Ikappi Sebut Hoaks soal Vaksin dan Covid-19 Masih Kuat di Pasar Tradisional

Whats New
PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Siap Dibangun di Waduk Cirata

PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Siap Dibangun di Waduk Cirata

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X