AM Lilik Agung
Trainer bisnis

Mitra Pengelola GALERIHC, lembaga pengembangan SDM. Beralamat di lilik@galerihc.com.

Benarkah Saham Coca-cola Anjlok Karena Ulah Ronaldo?

Kompas.com - 20/06/2021, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Manajemen Coca-Cola membagi produknya menjadi empat rumpun: minuman ringan, jus dan susu, teh dan kopi, air kemasan dan minuman olah raga.

Antisipasi manajemen Coca-Cola memang jitu. Minuman ringan (Coca-Cola, Fanta, Sprite) benar mulai ditinggalkan konsumennya. Dari rumpun lain justru terjadi kenaikan penjualan yang signifikan.

Pada 2019, minuman ringan yang masih tinggi penjualannya hanya di kawasan Asia Pasifik. Sementara di jazirah Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika, minuman ringan sudah kalah oleh produk jus, teh, kopi, air kemasan dan minuman olah raga.

Pangsa pasar Asia Pasifik sendiri hanya menyumbang dua puluh empat persen dari total penjualan seluruh produk Coca-Cola company (Lihat di sini).

Kembali kepada melodrama Ronaldo menyingkirkan Coca-Cola dan kemudian Coca-Cola rugi Rp 57 triliun. Sesungguhnya hanya menarik untuk diwartakan. Kebenarannya, ya tidak juga.

Tanpa disingkirkan Ronaldo, produk Coca-Cola memang mengalami penurunan. Coca-Cola company sedang bertransformasi, fokus pada produk-produk minuman sehat.

Seumpama di depan Ronaldo tersaji minuman air kemasan Ades, pasti akan ditenggak oleh Ronaldo. Ades adalah merek air minuman kemasan milik Coca-Cola.

Bisnis minuman bir

Publik jarang tahu bahwa setelah Pogba memindahkan Heineken, sahamnya justru naik 1,02% menjadi 99,18 euro per saham.

Apakah Heineken sakti sehingga ketika disingkirkan oleh Pogba justru nilai sahamnya naik? Ya tidak juga.

Baca juga: Usai Ronaldo Singkirkan Coca-Cola, Paul Pogba Pindahkan Botol Bir

Umur Heineken lebih tua dibanding Coca-Cola. Didirikan pada tahun 1864 di Amsterdam Belanda. Heineken International (nama perusahaannya) beroperasi di tujuh puluh negara dengan seratus enam puluh lima pabrik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda Indonesia Ajukan Rekognisi Putusan Homologasi di AS

Garuda Indonesia Ajukan Rekognisi Putusan Homologasi di AS

Whats New
Beredar Isu Pertalite Lebih Boros, Pertamina Disarankan Lakukan Investigasi

Beredar Isu Pertalite Lebih Boros, Pertamina Disarankan Lakukan Investigasi

Whats New
Erick Thohir: Modal Ventura BUMN Sudah Danai 336 Startup

Erick Thohir: Modal Ventura BUMN Sudah Danai 336 Startup

Whats New
Tambah Akses Terminal Tahun Depan, IPCC Juga Sasar Layanan untuk Kendaraan Listrik

Tambah Akses Terminal Tahun Depan, IPCC Juga Sasar Layanan untuk Kendaraan Listrik

Whats New
Dorong Akses Kesehatan 'Real Time', AAA Indonesia Gandeng HealthMetrics

Dorong Akses Kesehatan "Real Time", AAA Indonesia Gandeng HealthMetrics

Whats New
Biznet Data Center dan Merkle Innovation Luncurkan Solusi Implementasi Private Cloud untuk Industri

Biznet Data Center dan Merkle Innovation Luncurkan Solusi Implementasi Private Cloud untuk Industri

Rilis
Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih yang Perlu Kamu Tahu

Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih yang Perlu Kamu Tahu

Earn Smart
Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Whats New
Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Whats New
Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Whats New
Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Whats New
Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Whats New
Masyarakat Sebut Pertalite 'Harga Baru' Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Masyarakat Sebut Pertalite "Harga Baru" Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Whats New
Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Whats New
Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.