Mengenal Kokowagayo, Koperasi Kopi Wanita Gayo yang Mendunia

Kompas.com - 21/06/2021, 07:45 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat berkunjung ke Kokowagayo di Bener Meriah, Aceh. Dokumentasi Kemenkop UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat berkunjung ke Kokowagayo di Bener Meriah, Aceh.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Aceh memang terkenal akan hasil biji kopi yang menjadi salah satu komoditi ekspor andalan Indonesia. Namun, ternyata di balik itu semua ada satu koperasi yang dikenal dunia mendukung para petani kopi di Aceh, yakni Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) yang berada di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Kokowagayo, yang telah malang-melintang di pasar internasional menjadi satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam organisasi petani kopi wanita internasional berbasis di Peru, Amerika Selatan, yaitu Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino.

Ketua Kokowagayo, Rizkani Melati mengatakan, seluruh anggota koperasi ini diisi oleh petani kopi perempuan, yang berjumlah 409 orang dan mengelola lahan sebanyak 342 hektar (ha). Adapun pangsa pasar Kokowagayo, 70 persen ke AS, 20 persen ke Eropa, dan 10 persen ke Australia.

Baca juga: Marak Pinjol Ilegal, Ini 125 Fintech yang Terdaftar di OJK

"Kami menjual green bean (kopi), pasarnya mayoritas sekitar 70 persen ke Amerika Serikat, 20 persen ke Eropa, dan sisanya 10 persen ke Australia dan Asia," kata Rizkani melalui siaran pers Kemenkop UKM, Minggu (20/6/2021).

Rizkani mengungkapkan, saat ini aset Kokowagayo mencapai Rp 8,5 miliar. Kokoagayo juga mampu memproduksi 450.000 ton kopi per tahun. Untuk ekspor, Kokoagayo mampu mengirim sekitar 20 kontainer, atau sekitar 422.400 ton, bagi pasar luar negeri.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami mengungkapkan, jumlah petani di Bener Meriah mencapai 64.000. Mayoritas lahan kopi di Kabupaten Bener Meriah masih dikelola secara perorangan secara organik. Sehingga tak heran, kopi Gayo asal Bener Meriah mampu menarik pasar dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang melakukan kunjung kerja beberapa waktu lalu mengungkapkan, ada beberapa kendala yang dialami para petani kopi di Aceh Tengah, yakni harga dan kualitas kopi.

Baca juga: BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X