Mengilap di Awal Pandemi, Kini Bisnis Ikan Cupang Mulai Redup

Kompas.com - 21/06/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi ikan cupang berwarna hitam. SHUTTERSTOCK/BOBBYPHOTOSIlustrasi ikan cupang berwarna hitam.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis ikan cupang sempat mengkilap pada 2020 seiring hobi memelihara ikan cupang yang jadi tren di masyarakat. Hal itu membuat omzet para pedagang ikan cupang melonjak.

Namun kini, bisnis ikan cupang mulai meredup. Beberapa toko ikan bahkan tidak lagi menyediakan stok ikan cupang yang banyak. Hal itu disebabkan minimnya pembeli ikan cupang.

Ades Ginajar (32), pemilik usaha ikan hias di Kawasan Bogor Utara mengungkapkan, saat ini memang bisnis ikan cupang tidak lagi menuai keuntungan besar seperti awal-awal pandemi Covid-19. Hal ini terjadi karena bisnis ikan cupang sudah berada di titik jenuh.

Baca juga: Mulai Terkerek, Harga Emas Antam Naik Rp 3.000 Per Gram

“Penurunan terjadi mulai Maret 2021, dan cukup signifikan ya, bisa dibilang 70-80 persen, mungkin karena bisnis ikan cupang ini masuk ke titik jenuh,” kata Ades kepada Kompas.com, Minggu (21/6/2021).

Selain karena daya beli masyarakat terhadap ikan cupang turun, redupnya bisnis ikan cupang juga dinilai akibat banyaknya pedagang ikan cupang "dadakan".

Menurut Ades, karena proses pembenihan ikan cupang sangat mudah dan bisa dipelajari oleh orang awam, banyak orang yang mencari keuntungan dengan mengembangbiakan ikan cupang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saat ini sudah banyak orang yang nge-breed ikan cupang sendiri, karena prosesnya mudah. Mulai dari anak kecil, ibu-ibu bisa belajar mengembangkan pembenihan ikan cupang, sehingga pasar ikan cupang bersaing ketat, dan di sisi lain daya beli ikan cupang juga lagi turun,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Kokowagayo, Koperasi Kopi Wanita Gayo yang Mendunia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X