KILAS

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Mentan SYL: Ini Kepercayaan Luar Biasa

Kompas.com - 21/06/2021, 15:29 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-55 sekaligus Wisuda Sarjana dan Profesi, Pascasarjana Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM), Sabtu (5/6/2021).

DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-55 sekaligus Wisuda Sarjana dan Profesi, Pascasarjana Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM), Sabtu (5/6/2021).

Kearifan lokal yang dimaksud adalah gotong royong dan saling bekerja sama.

“Dua hal tersebut adalah motor sektor pertanian untuk menggerakkan perekonomian nasional," tutur Mentan.

Mentan SYL berharap, program pertanian Indonesia mampu mewarnai kebijakan pertanian dunia, menginspirasi bagi negara lain, dan berperan dalam menyediakan pangan masyarakat dunia.

Baca juga: Dirjen PSP Kementan Ungkap 3 Strategi untuk Percepat Serapan Anggaran

FAO apresiasi pertanian Indonesia

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) FAO Dr. Qu Dongyu menyampaikan apresiasinya atas berbagai perkembangan dan pembangunan sektor pertanian di Indonesia, terutama di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“Kami apresiasi karena pertanian di Indonesia tumbuh secara pesat," kata Qu Dongyu.

Menurutnya, pertanian Indonesia sejauh ini mampu menjaga ketahanan pangan dan gizi serta berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan.

Ia mengatakan, perwakilan Indonesia pada Dewan FAO menjadi penting untuk menguatkan Badan Eksekutif FAO dalam perumusan dan penentuan strategi, kebijakan, dan anggaran organisasi. Hal ini demi mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan di bidang pertanian, khususnya di masa pandemi.

Baca juga: FAO: Pandemi Singkap Rapuhnya Sistem Pangan Dunia

Qu Dongyu pun menghargai keselarasan antara kerangka kerja strategis FAO dengan prioritas pemerintah Indonesia dalam sistem pangan dan pertanian.

Adapun kerangka kerja strategis FAO saat ini tengah fokus pada four betters yang terdiri dari better production, better nutrition, better environment, dan better life.

“Sekali lagi, kami percaya bahwa kiprah Indonesia dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, nutrisi, dan pembangunan pertanian berkelanjutan sudah berjalan dengan baik," kata Qu Dongyu.

Sebagai informasi, Indonesia sudah bergabung dengan FAO sejak 1948 dan telah menjabat sebagai anggota Dewan FAO pada periode 1955-1964, 1967-2000, 2003-2014, 2015-2018, dan 2020-2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.