Kasus Covid-19 Meningkat, Sri Mulyani Tak Pede Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Kompas.com - 21/06/2021, 18:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan paparan dalam rapat kerja perecepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/2/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAMenteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan paparan dalam rapat kerja perecepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meralat ucapannya terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021.

Wanita yang akrab disapa Ani itu mengatakan, pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada kuartal II 2021 ini mungkin akan sedikit mengalami penurunan karena lonjakan kasus Covid-19.

"Waktu bulan lalu kami menyampaikan proyeksi kuartal II antara 7,1-8,3 persen seiring dengan kenaikan Covid-19 mungkin upper end-nya akan lebih rendah," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Bank Dunia Revisi ke Atas Pertumbuhan Ekonomi RI Menjadi 5 Persen di Tahun 2022

Namun, dia tetap optimistis, ekonomi akan tetap tumbuh positif di semester I ini karena adanya faktor natural base effect.

Pada kuartal II tahun lalu, ekonomi terkontraksi -5,32 persen.

Faktor penunjang seberapa banyak ekonomi tumbuh dan pulih terletak pada vaksinasi dan pengendalian Covid-19 di Tanah Air.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita tentu mengetahui bahwa kuartal selain rebound dan recovery, juga karena tahun lalu kuartal dalam sekali yaitu -5,3 persen. Jadi tentu di satu sisi suatu rebound atau natural based effect yang terjadi tapi di sisi lain juga menggambarkan memang ada geliat ekonomi," beber dia.

Sri Mulyani menuturkan, Indonesia perlu memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi global, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan Covid-19 di dalam negeri.

Baca juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen di 2022, Pemerintah Diminta Dorong Konsumsi

Tercatat, PMI global saat ini berada pada level 56,0, merupakan yang tertinggi sejak 11 tahun terakhir.

Kenaikan ini meningkat dari seluruh sisi, baik pemesanan barang baru, tingkat produksi output manufaktur, dan tingkat belanja atau pembelian manufaktur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.