Kompas.com - 21/06/2021, 19:58 WIB
Ilustrasi rupiah, ilustrasi penyaluran BLT, UMKM. KOMPAS.COM/Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah, ilustrasi penyaluran BLT, UMKM.

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 18 Juni 2021 telah mencapai Rp 226,63 triliun. Angka itu setara dengan 32,4 persen dari total pagu anggaran Rp 699,43 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran ditujukan untuk 5 sektor prioritas sehingga menahan kontraksi ekonomi akibat Covid-19.

"Sampai 18 Juni 2021 pelaksanaannya sudah 32,4 persen atau Rp 226,63 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Realisasi Anggaran PEN 2021 Capai Rp 172,35 Triliun, Berikut Rinciannya

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI) ini menyebut, realisasi di sektor kesehatan sudah mencapai Rp 39,55 triliun. Besarannya setara 22,9 persen dari pagu Rp 172,84 triliun.

Anggaran digunakan untuk mendukung diagnostik testing dan tracing, biaya perawatan untuk 206.000 pasien, insentif tenaga medis, santunan kematian, serta obat dan APD.

"Ada bantuan iuran JKN, belanja penanganan Covid-19, sarana prasarana alat kesehatan, insentif perpajakan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19, serta PPN dan bea masuk untuk penanganan Covid-19," tutur Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, realisasi perlindungan sosial mencapai Rp 64,9 triliun atau 43,8 persen dari pagu Rp 148,27 triliun.

Bantuan diberikan untuk PKH 9,9 juta KPM, Kartu Sembako untuk 15,93 juta KPM, BST untuk 10 juta KPM, BLT Desa untuk 4,13 juta KPM, Kartu Prakerja untuk 2,77 juta orang, dan bantuan kuota internet untuk 27,67 juta pelajar dan tenaga didik.

"Ini bansos yang sudah well-establish tentu mengikuti perbaikan data targeting yang diperbaiki terus oleh Kemensos," jelas wanita yang akrab disapa Ani ini.

Baca juga: Ada Isu Transparansi Program PEN, Sri Mulyani: Kami Sangat Transparan

Kemudian, dukungan UMKM dan korporasi sudah mencapai Rp 48,05 triliun atau 24,8 persen dari pagu Rp 193,74 triliun, program prioritas Rp 38,10 triliun atau 29,8 persen dari pagu Rp 127,85 triliun, dan insentif usaha Rp 36,02 triliun atau 63,5 persen dari pagu Rp 56,73 triliun.

"Dukungan UMKM terutama untuk membantu sektor mikro dan pengusaha kecil, serta membayar IJP penjaminan bagi kredit modal kerja. Kita juga masih menempatkan dana di berbagai perbankan dan mendorong kredit," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.