Usai Ditangkap KKP, 34 Awak Kapal Pencuri Ikan Ilegal Dideportasi ke Vietnam

Kompas.com - 22/06/2021, 09:04 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap sebanyak enak kapal nelayan berbendera Vietnam di Laut Natuna Utata, Minggu (16/5/2021). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar mengatakan, keenam kapal tersebut diketahui melakukan penangkapan cumi secara ilegal. dok KKPKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap sebanyak enak kapal nelayan berbendera Vietnam di Laut Natuna Utata, Minggu (16/5/2021). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, yang juga Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar mengatakan, keenam kapal tersebut diketahui melakukan penangkapan cumi secara ilegal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendeportasi 34 awak kapal asing berkewarganegaraan Vietnam yang sebelumnya menangkap ikan ilegal di perairan RI.

Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar mengatakan, 34 awak kapal itu telah selesai menjalani proses penegakan hukum dan diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung pinang dan Kantor Rudenim Pusat Tanjung Pinang.

“34 orang ABK kapal ikan Vietnam kami serahkan dalam rangka persiapan deportasi ke negara asal," ujar Antam yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, dalam siaran pers, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Sah, KKP Larang Ekspor Benih Lobster

Antam menjelaskan, para awak kapal berkewarganegaraan asing tersebut tidak dikenakan hukuman badan sehingga setelah semua proses hukum telah selesai dapat dipulangkan. Hal ini sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam hukum laut internasional.

"Jadi untuk efektivitas dan efisiensi pemberantasan ilegal fishing para nelayan asing yang telah melalui proses penegakan hukum ini kita pulangkan," terang Antam.

Secara terpisah, Plt Direktur Penanganan Pelanggaran, Nugroho Aji menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat pemulangan awak kapal pelaku illegal fishing yang masih ada di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nugroho menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah pandemi Covid-19 yang membatasi proses keluar masuk lintas negara.

Akibat tertundanya pemulangan, pihaknya harus menyiapkan anggaran ekstra untuk penanganan para awak kapal.

Baca juga: Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

“Kami masih terus komunikasikan percepatan pemulangan awak kapal WNA yang masih ada di Indonesia,” ujar Nugroho.

Di Pangkalan PSDKP Batam saja, terdapat 162 awak kapal asing. Rinciannya 130 awak kapal di kantor Pangkalan PSDKP Batam dan 32 awak kapal di Satwas Natuna.

Adapun 130 awak kapal di PSDKP Batam terdiri dari 127 warga negara Vietnam, 1 orang warga Rusia, dan 2 orang warga Myanmar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.