IHSG dan Rupiah Bangkit Meski Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19 hingga Prediksi Ekonomi Melambat

Kompas.com - 22/06/2021, 09:52 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengawali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (22/6/2021), berada di zona hijau.

Berdasarkan data RTI, pukul 9.09 WIB, posisi IHSG naik 20 poin atau 0,35 persen ke level 6.017,23.

Dibanding posisi IHSG pada penutupan perdagangan Senin (21/6/2021), yang melemah di level 5.996,25.

Baca juga: IHSG Anjlok 1 Persen, Imbas Wacana Tapering Off hingga Lonjakan Kasus Covid-19

Sebanyak 246 saham menguat, 136 melemah, dan 139 saham berada pada posisi stagnan dengan nilai transaksi sementara yang diperoleh sebesar Rp 1,14 triliun dari 1,72 miliar lembar saham diperjualbelikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada aktivitas perdagangan pagi ini, investor asing melakukan aksi jual di seluruh pasar yang mencapai Rp 82,08 miliar, setelah pada Senin kemarin, investor asing justru memutuskan buy on weakness.

Prediksi IHSG sepanjang Selasa, menurut Analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper akan kembali melemah.

Melemahnya indeks acuan saham tersebut masih dipengaruhi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini dan juga proyeksi perekonomian nasional yang akan kembali lesu karena adanya pengetatan aktivitas masyarakat.

Baca juga: IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

"IHSG diprediksi melemah. Pergerakan akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus Covid-19 dari dalam negeri serta akan diberlakukannya pembatasan baru yang lebih ketat serta ada potensi pemulihan ekonomi akan kembali melambat pada kuartal ketiga 2021," kata Dennies pada proyeksi tersebut.

Proyeksi serupa juga diungkapkan CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya yang mengatakan bahwa pola pergerakan IHSG hngga saat ini masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi.

Potensi tekanan masih terlihat akan membayangi IHSG, fluktuatif harga komoditas belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG.

"Mengingat kondisi sektor riil yang masih melambat, namun momentum dari pergerakan yang fluktuatif di dalam pergerakan IHSG dapat dimanfaatkan bagi investor jangka pendek, menengah maupun panjang. Hari ini, IHSG berpotensi berada dalam tekanan," sebut dia.

Sementara itu, di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) mulai bangkit.

Baca juga: Sebelum Beli Valas, Cek Kurs Rupiah di 5 Bank Besar

Mengutip data dari Bloomberg, pukul 9.30 WIB, kurs mata uang Garuda ini menguat ke Rp 14.415 per dollar AS atau naik 12,5 poin (0,09 persen). Dari sebelumnya, kurs rupiah di Rp 14.427 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X