Kemendag Sebut Sepatu Olahraga Topang Kenaikan Ekspor Alas Kaki RI

Kompas.com - 22/06/2021, 15:31 WIB
Ilustrasi sepatu ShutterstockIlustrasi sepatu
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut nilai ekspor alas kaki Indonesia naik 10,98 persen pada periode Januari-Maret 2021.

Hal itu disampaikan pejabat Direktorat Ekspor Produk Industri dan Pertambangan, Ditjen Daglu Kemendag Ado dalam webinar Ngobrol Ekspor yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan secara virtual.

"Ekspor alas kaki telah meningkat. Kenaikan ekspor alas kaki pada periode Januari-Maret 2021 ditopang oleh sepatu olahraga dengan share terhadap ekspor alas kaki nasional mencapai 68,14 persen dan tumbuh sebesar 10,38 persen," ujarnya Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Utang Membengkak, BPK Khawatir Pemerintah Tak Sanggup Bayar

Dia berpendapat bahwa pandemi telah meningkatkan preferensi konsumen terhadap alas kaki casual dan olahraga.

Ado juga mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan World Footwear, pangsa pasar sneaker, alas kaki olahraga, dan alas kaki dengan bagian atas tekstil diprediksi akan mengalami peningkatan.

Bahkan kata dia, rata-rata responden juga memproyeksikan konsumsi alas kaki global dapat kembali ke level sebelum pandemi, pada 2023.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari survei itu kami melihat dari 39 responden survei, memprediksi bahwa konsumsi alas kaki akan tumbuh sekitar 1,5 persen hingga 5 persen pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020," ungkap dia.

Baca juga: PPKM Mikro Diperketat, Pengelola Pusat Perbelanjaan Minta Insentif Pajak



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kehilangan Rp 195,75 Triliun, Jeff Bezos Masih Orang Terkaya di Dunia

Kehilangan Rp 195,75 Triliun, Jeff Bezos Masih Orang Terkaya di Dunia

Whats New
[POPULER MONEY] Kelulusan CPNS Tak Didasarkan Rangking | Data Penerima Subsidi Gaji Diserahkan

[POPULER MONEY] Kelulusan CPNS Tak Didasarkan Rangking | Data Penerima Subsidi Gaji Diserahkan

Whats New
Ini Cara Memilih Tanggal dan Tempat Pencairan BPUM UMKM di E-Form BRI

Ini Cara Memilih Tanggal dan Tempat Pencairan BPUM UMKM di E-Form BRI

Whats New
Mengenal Apa Itu Stock Split Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Mengenal Apa Itu Stock Split Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Whats New
Mentan: Presiden Minta Porang yang Diekspor Sudah Diproses...

Mentan: Presiden Minta Porang yang Diekspor Sudah Diproses...

Whats New
Simak, Ini Ketentuan Bobot Penilaian SKD CPNS 2021

Simak, Ini Ketentuan Bobot Penilaian SKD CPNS 2021

Work Smart
OJK Minta Kominfo Blokir Aplikasi Penagih Utang

OJK Minta Kominfo Blokir Aplikasi Penagih Utang

Whats New
Kemenhub Tetapkan Konsorsium Pengelola Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Kemenhub Tetapkan Konsorsium Pengelola Pelabuhan Anggrek Gorontalo

Whats New
Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Tanoto Foundation Donasikan 300 Ton Beras Premium

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Tanoto Foundation Donasikan 300 Ton Beras Premium

Rilis
Menhub: Pembangunan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dibiayai Swasta

Menhub: Pembangunan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dibiayai Swasta

Whats New
WFH Dirasa Penuh Tantangan oleh Sejumlah Karyawan, Ini Tanggapan Psikolog

WFH Dirasa Penuh Tantangan oleh Sejumlah Karyawan, Ini Tanggapan Psikolog

Rilis
Bantu Pasien Covid-19, Sinar Mas Salurkan 1.200 Ton Oksigen Cair di Sumsel dan Jabar

Bantu Pasien Covid-19, Sinar Mas Salurkan 1.200 Ton Oksigen Cair di Sumsel dan Jabar

Rilis
Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 394 Miliar pada Semester I-2021

Bank DKI Bukukan Laba Bersih Rp 394 Miliar pada Semester I-2021

Whats New
Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi COVID-19

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi COVID-19

Whats New
PPKM Level 4, Anak Berusia 12 Tahun ke Bawah Dilarang Naik KA Jarak Jauh

PPKM Level 4, Anak Berusia 12 Tahun ke Bawah Dilarang Naik KA Jarak Jauh

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X