Luhut Minta Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Maluku Utara Digenjot

Kompas.com - 23/06/2021, 14:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021). Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pembangunan infrastruktur Sofifi, Maluku Utara digenjot, mengingat tidak lengkapnya sarana dan prasarana di kota tersebut.

Hal itu diungkapkan Luhut saat melakukan tinjauan langsung ke Sofifi pada Selasa (22/6/2021) kemarin.

Sofifi merupakan Ibu Kota Maluku Utara yang penetapannya sejak tahun 1999 berdasarkan Undang-undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Baca juga: TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

Sayangnya, Sofifi menghadapi permasalahan sebagai ibukota provinsi karena tidak adanya kepastian administrasi pemerintahan, serta tidak lengkapnya sarana dan prasarana sebagai sebuah ibukota.

"Pengembangan kota baru Sofifi merupakan major project amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024," ujar Luhut dalam keterangan resminya, Rabu (23/6/2021).

Melalui amanat tersebut, kata Luhut, Sofifi ditargetkan mampu berperan sebagai pusat kegiatan skala provinsi, baik untuk kawasan perkantoran, kawasan komersil skala kota, dan kota jasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Sofifi juga diharapkan dapat menjadi simpul transportasi regional dengan moda dan jaringan smart infrastructure yang terpadu, termasuk sebagai pintu masuk utama transportasi laut di Maluku Utara.

"Pembangunan infrastruktur perumahan dan infrastruktur dasar juga diperlukan supaya Ibukota Sofifi tidak bergantung ke wilayah lain, seperti ke Halmahera,” kata dia.

Baca juga: Luhut: Enggak Apa-apa Pemerintah Utang, Selama Bayar Sendiri

Oleh sebab itu, Luhut memutuskan, bahwa dalam seetahun kedepan akan dibangun infrastruktur pendukung di Sofifi, mulai dari kantor, rumah, sekolah, dan fasilitas lainnya.

"Apabila sudah berjalan dengan baik, setelah itu baru kita tentukan wilayah ini akan memiliki istilah otonomi khusus atau ibukota saja," ujar dia.

Dalam kunjungan ke Sofifi, Luhut meninjau pembangunan infrastruktur penunjang, diantaranya seperti rusunawa dan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain itu, dalam upaya memantau perkembangan pembangunan infrastruktur, ia juga mendatangi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park dan Halmahera Persada Lygen, Pulau Obi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X