Standar Deviasi adalah Perhitungan Statistik, Simak Rumus dan Kegunaannya

Kompas.com - 23/06/2021, 15:06 WIB
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/3/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 2 miliar dollar AS. Untuk ekspor, realisasinya sebesar 15,27 miliar dollar AS atau tumbuh 8,56 persen (yoy). Sedangkan nilai impor realisasinya 13,26 miliar dollar AS atau tumbuh 14,86 persen. rumus standar deviasi, standar deviasi adalah, cara menghitung standar deviasi KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGAktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/3/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 2 miliar dollar AS. Untuk ekspor, realisasinya sebesar 15,27 miliar dollar AS atau tumbuh 8,56 persen (yoy). Sedangkan nilai impor realisasinya 13,26 miliar dollar AS atau tumbuh 14,86 persen. rumus standar deviasi, standar deviasi adalah, cara menghitung standar deviasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Standar deviasi adalah salah satu rumus yang paling sering digunakan dalam perhitungan statistik. Rumus standar deviasi pertamakali diperkenalkan oleh Karl Pearson pada tahun 1894.

Perhitungan standar deviasi adalah digunakan sebagai indikator seberapa jauh data statistik menyimpang. Lalu bagaimana cara menghitung standar deviasi?

Dikutip dari Investopedia, standar deviasi adalah nilai statistik yang dipakai guna menentukan seberapa dekat data dari suatu sampel statistik dengan data mean atau rata-rata data tersebut.

Semakin rendah nilai standar deviasi, maka semakin mendekati rata-rata, sedangkan jika nilai standar deviasi semakin tinggi, artinya semakin lebar rentang variasi datanya.

Baca juga: Apa Itu Deposit?

Sehingga standar deviasi adalah ukuran besarnya perbedaan dari nilai sampel terhadap rata-rata.

Rumus standar deviasi digunakan para ahli statistik untuk mengetahui apakah sampel data yang dipakai dalam perhitungan seperti survei bisa mewakili seluruh populasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan standar deviasi, seseorang bisa memberi gambaran kualitas data sampel yang diperolehnya.

Rumus standar deviasi juga biasa disebut dengan simpangan baku yang disimbolkan dengan huruf alfabet σ maupun S.

Baca juga: Apa Itu Bank Kustodian dalam Investasi Reksadana?

Cara menghitung standar deviasi yakni pertama kali adalah menghitung nilai rata-rata dari semua titik data. Rata-rata sama dengan jumlah dari semua nilai dalam kumpulan data, kemudian dibagi dengan jumlah total titik data tersebut.

Barulah dihitung penyimpangan pada setiap titik data dengan cara mengurangkan nilai dari nilai rata-rata. Deviasi dari setiap titik ini kemudian dikuadratkan dan dicari penyimpangan kuadrat individu rata-rata.

Setelah itu nilai yang dihasilkan disebut sebagai varians. Sementara standar deviasi adalah akar kuadrat dari varians.

Baca juga: Apa Itu Depresiasi dan Bagaimana Cara Menghitungnya?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.