APPBI Prediksi Kunjungan ke Mal Hanya 10 Persen Akibat PPKM Mikro Diperketat

Kompas.com - 24/06/2021, 15:35 WIB
Suasana pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta, Senin (3/5/2021). Warga mulai mendatangi mal atau pusat perbelanjaan untuk berbelanja menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwaSuasana pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta, Senin (3/5/2021). Warga mulai mendatangi mal atau pusat perbelanjaan untuk berbelanja menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan tingkat kunjungan masyarakat ke mal akan mengalami penurunan yang signifikan akibat pengetatan PPKM.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, kunjungan ke mal hanya tersisa sekitar 10 persen saja.

"Diperkirakan tingkat kunjungan akan turun cukup drastis, sehingga hanya akan tersisa sekitar 10 persen saja," ujar Alphonzus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/5/2021).

Baca juga: PPKM Mikro Diperketat, Pengelola Pusat Perbelanjaan Minta Insentif Pajak

Alphonzus juga menyayangkan kebijakan PPKM sebelumnya terkesan dilakukan secara parsial.

Sebab, menurut dia, hal tersebut tak efektif menekan penurunan kasus positif Covid-19 dan membuat pemerintah harus berulangkali mengambil kebijakan pengetatan yang memberatkan pengusaha.

"Berdasarkan pengalaman yang lalu yaitu pada awal 2021 ini, pembatasan tidak akan efektif untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19 jika hanya dilakukan parsial dan tidak disertai dengan penegakan yang kuat atas permberlakuan serta penerapan protokol kesehatan yang ketat, disiplin dan konsisten," jelas Alphonzus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan adanya pengetatan saat ini, menurut dia, maka sudah dapat dipastikan bahwa perekonomian akan kembali terpuruk.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah memastikan pembatasan kali ini benar-benar disertai dengan penegakan yang kuat atas pemberlakuan serta penerapan protokol kesehatan yang kuat.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Pengusaha Pasrah Pemerintah Perketat PPKM hingga Lockdown

"Harus menerapkan protokol kesehatan yang kuat, disiplin, dan konsisten sehingga pengorbanan besar di bidang perekonomian tidak menjadi sia-sia kembali," ucap dia.

Sebelumnya, pemerintah memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) mulai 22 Juni 2021 untuk meredam laju penularan Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.