Kompas.com - 24/06/2021, 19:28 WIB
Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). Permintaan isi ulang dan pembelian tabung oksigen kebutuhan medis rumahan dan rumah sakit terus mengalami peningkatan hingga 150 persen atau dari 100 tabung menjadi 250 tabung perhari sejak lonjakan kasus COVID-19 di Bandung Raya. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIPekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). Permintaan isi ulang dan pembelian tabung oksigen kebutuhan medis rumahan dan rumah sakit terus mengalami peningkatan hingga 150 persen atau dari 100 tabung menjadi 250 tabung perhari sejak lonjakan kasus COVID-19 di Bandung Raya. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjamin ketersediaan tabung oksigen medis untuk kebutuhan perawatan pasien Covid-19.

"Intinya tidak ada kelangkaan tabung oksigen, karena tabung oksigen cukup dan tersedia mengantisipasi lonjakan permintaan akibat meningkatnya kasus Covid-19 di dalam negeri," ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Febri mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan oksigen di da;lam negeri meski sebelumnya memberikan bantuan tabung oksigen ke India.

Ia mengungkapkan, jumlah oksigen yang diberikan ke India hanya 3.400 tabung, atau 0,05 persen dari stok tabung nasional.

"Jadi tabung oksigen cukup tersedia (di dalam negeri)," kata Febri.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Bakal Kena Imbas

Kemenperin sudah melakukan pertemuan dengan asosiasi untuk mempersiapkan ketersediaan oksigen beserta tabungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyebut, saat ini para distributor tabung juga masih memiliki stok, sehingga jika kebutuhan tabung gas oksigen di rumah sakit terus meningkat, maka tabung oksigen tersebut bisa langsung dipergunakan.

Selain itu, untuk memastikan jumlah kebutuhan  tabung oksigen di rumah sakit yang menangani Covid-19, Kemenperin juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pemutakhiran data kebutuhannya di daerah.

"Hal ini diharapkan bisa memastikan agar pasokan tabung gas oksigen untuk medis sesuai dengan kebutuhan daerah dan rumah sakit setempat dan tepat sasaran," paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) Arief Harsono menambahkan, pihaknya masih memiliki ketersedian stok 2.000 tabung gas oksigen untuk medis.

Jumlah tersebut bisa digunakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akibat meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di tanah air.

"Pada bulan Juli, akan datang lagi tambahan tabung gas, sehingga kami pastikan ketersediaan tabung gas oksigen untuk medis tercukupi," imbuhnya.

Arief mengatakan, pihaknya juga terus memastikan stok regulator tabung, karena merupakan komponen penting yang ketersediaannya harus selalu dijaga dalam mengantisipasi lonjakan jumlah kasus Covid-19.

Baca juga: Berapa Biaya yang Dibutuhkan Pemerintah Jika Jakarta Lockdown?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.