KILAS

Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Kompas.com - 25/06/2021, 17:54 WIB
Rakor Jejaring Politeknik Ketenagakerjaan di Makassar, di hadiri oleh kepala BNN Makasar, Plt Direktuk Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi Rusdi Ph.d,  Sekertaris disnaker Sulawesi Selatan Dra. SURAESAH, M.SI, Kepala Apindo sulawesi selatan Drs. La Tunreng, M.M, dan Ketua GNIK sulawesi Selatan Baso Alim Bahri S.Psi., M. Adm. SDA

DOK. Humas KemenakerRakor Jejaring Politeknik Ketenagakerjaan di Makassar, di hadiri oleh kepala BNN Makasar, Plt Direktuk Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi Rusdi Ph.d, Sekertaris disnaker Sulawesi Selatan Dra. SURAESAH, M.SI, Kepala Apindo sulawesi selatan Drs. La Tunreng, M.M, dan Ketua GNIK sulawesi Selatan Baso Alim Bahri S.Psi., M. Adm. SDA

Harapan itu pun menunjukan tiga masalah yang berkaitan dengan kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Baca juga: 81,6 Persen Lulusan Polimedia Terserap Dunia Industri

Pertama, tantangan dunia usaha dan industri membutuhkan penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan dibutuhkan.

Kedua, terdapat celah antara kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri dengan lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

Ketiga, lulusan perguruan tinggi belum mempunyai dua kompetensi pokok yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri, yaitu kemampuan hard skill dan soft skill atau terkadang hanya salah satu yang dikuasai lebih baik.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Polteknaker dituntut untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat bekerja sesuai bidang keahlian.

Baca juga: Lewat 4 Pedoman Ini, Kemnaker Akan Akselerasi Polteknaker

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut bertujuan untuk memperkecil jarak kompetensi antara lulusan Polteknaker dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Untuk itu, proses pembelajaran di Polteknaker menuntut mahasiswa mempunyai tiga ranah kompetensi, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Polteknaker sendiri dituntut harus mampu menciptakan SDM yang dapat beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Dalam proses pembelajaran, Polteknaker bertugas sebagai pencetak tenaga kerja yang siap pakai. Begitu pula dalam pengetahuan dan keterampilan, peserta didik harus dibekali kompetensi yang sesuai dengan program keahlian masing-masing.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Sekjen Kemnaker Minta Mahasiswa Polteknaker tetap Antusias Belajar

Lulusan Polteknaker berperan dalam memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.