Luhut Sebut Perputaran Uang di Industri Kesehatan RI Capai Rp 409 Triliun

Kompas.com - 26/06/2021, 10:49 WIB
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut perputaran uang dalam industri kesehatan Indonesia mencapai Rp 409 triliun.

Meski begitu, industr kesehatan Indonesia belum bisa lepas dari ketergantungan impor. Sebab kata luhut, Indonesia banyak mengimpor obat atau alat kesehatan (Alkes) dari luar negeri.

"Ada Rp 409 triliun perputaran uang dalam industri kesehatan. (Tetapi) Hampir sebagian besar (obat dan alkes) itu kita impor. Kalau kita bisa dapat dalam 2 tahun ke depan, Rp 250 triliun, kita buat industri obat farmasi dalam negeri, itu kan sama dengan investasi 20 miliar dollar AS dari kantong kita sendiri," kata dia melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/6/2021).

Oleh karena itu Luhut menilai, agar uang tetap berputar di Indonesia, diperlukan pembangunan industri farmasi di dalam negeri.

Baca juga: Benarkah Penolak Vaksin Dilarang Terima Bansos hingga Bikin SIM?

Selain itu, ia juga menilai perlunya pembangunan rumah sakit berskala internasional di Indonesia, terutama di Bali dan Jakarta. Dengan begitu, ia berharap masyarakat tidak berobat ke luar negeri.

Luhut menegaskan, semua itu perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Orang banyak enggak paham bahwa semua uang yang kita gunakan itu tadi untuk membangun ini, untuk membangun ekonomi. Membangun sentra-sentra ekonomi baru," kata dia.

Beberapa waktu lalu, Luhut mengatakan, Indonesia saat ini terus mendorong belanja produk dalam negeri, yaitu lewat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Baca juga: Catat, PNS Dilarang Ambil Cuti Dekat Hari Libur Nasional

Di sisi lain, serapan belanja pemerintah untuk produk dalam negeri masih tergolong cukup rendah jika dibandingkan impor, khususnya belanja alat kesehatan (alkes).

Luhut menyebutkan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Juni 2021, Indonesia telah mengimpor alat kesehatan lima kali lebih besar. Impor alkes tersebut mencapai Rp 12,5 triliun melalui e-katalog.

Luhut mengatakan diperlukan aksi untuk meningkatkan belanja alkes dalam negeri minimal sebesar Rp 6,5 triliun untuk 5.462 barang untuk tahun anggaran 2021 yang dilakukan melalui e-katalog. Selain itu, perlu peningkatan kapasitas produksi alkes dalam negeri dan investasi di bidang alkes.

Baca juga: TKA Masuk Industri Strategis, Luhut: Enggak Boleh Marah, Ada Alih Teknologi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.