Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Saya dengan Dakota dan Saya dengan Garuda Indonesia

Kompas.com - 27/06/2021, 12:04 WIB
Ilustrasi ShuterstockIlustrasi

Setelah menyelesaikan tahapan belajar terbang dengan 4 tipe pesawat latih termasuk pesawat latih Jet L-29, saya memulai tugas sebagai penerbang di satuan operasional Skadron Udara 2.

Pesawat yang digunakan adalah lagi-lagi pesawat Dakota.

Beruntung, selesai berlatih menerbangkan pesawat terbang Dakota C-47 Angkatan Udara, saya sempat ditugaskan terbang sebagai Ko Pilot Dakota milik Penerbad, Penerbangan Angkatan Darat, kemudian menerbangkan Dakota di PENAS, Perusahaan Arial Survey yang misinya melaksanakan foto udara.

Baca juga: Hong Kong Setop Sementara Penerbangan Garuda Indonesia, Ini Penyebabnya

Berikutnya saya juga ditugaskan menerbangkan Dakota di Papua milik Merpati Nusantara Airlines (MNA). Selanjutnya saya ditugaskan lagi terbang Dakota di Mandala Airlines dan juga pesawat VC-8 Vickers Viscount.

Tidak itu saja, karena saya sempat pula menerbangkan pesawat Dakota milik Kementerian Perhubungan yaitu Pesawat Kalibrasi Navigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Sebagai Pilot Angkatan Udara, tentu saja saya harus mengikuti kursus dan training penyesuaian untuk menjalankan tugas sebagai penerbang sipil, sampai dengan meraih ATPL, Airline Transport Pilot License.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah menjalani pensiun dari Angkatan Udara, saya banyak berteman dengan para pilot penerbangan sipil dari berbagai maskapai penerbangan, termasuk teman-teman di Garuda Indonesia.

Pertemuan-pertemuan periodik yang antara lain membahas banyak masalah masalah keselamatan penerbangan di tanah air maupun di dunia.

Dalam interaksi yang sangat intens itu saya sempat diangkat sebagai Pilot Kehormatan APG, Asosiasi Pilot Garuda Indonesia.

Baca juga: Sehatkan Keuangan, Garuda Indonesia Terus Dorong Pengembalian Pesawat ke Penyewa

Kini, di tengah krisis yang sedang menimpa banyak maskapai penerbangan terutama Garuda Indonesia, tentu saja saya merasa turut bersedih hati.

Mudah-mudahan krisis Garuda Indonesia dapat diselesaikan dengan baik, sebagai maskapai penerbangan kebanggaan kita.

Itulah sekelumit kilas balik perjalanan hidup saya dengan pesawat terbang Dakota dan dengan Garuda Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.