Sandiaga Uno: Work From Bali Bukan Pemicu Kenaikan Kasus Covid-19

Kompas.com - 28/06/2021, 18:15 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat wawancara program Beginu bersama Pemimpin redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho di M Bloc Market, Kamis (15/4/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat wawancara program Beginu bersama Pemimpin redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho di M Bloc Market, Kamis (15/4/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menepis anggapan bahwa kebijakan Work From Bali menjadi penyebab kenaikan kasus Covid-19 di Pulau Dewata.

“Beberapa hari terakhir saya berkoordinasi dengan Gubernur Bali, dan kami mengklarifikasi bahwa program Work From Bali bukan pemicu kenaikan kasus," ujarnya dalam Weekly Press Briefing, Senin (28/6/2021).

"Satgas Covid-19 menunjukkan dominasi lonjakan kasus dipicu oleh transmisi lokal yang hampir mencapai 84 persen,” sambung dia.

Akibat lonjakan kasus Covid-19 di Bali, Sandiaga pun menyebut akan melakukan evaluasi dan melakukan modifikasi program Work From Bali

Sementara itu Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 tidak berkaitan dengan program Work From Bali. Ia mengatakan naiknya jumlah kasus Covid-19 di Bali akibat tingginya aktivitas masyarakat dalam seminggu belakangan ini.

Baca juga: Hingga 16 Juni, Netflix Dkk Sudah Setor Pajak Rp 2,25 Triliun ke Kas Negara

“Naiknya kasus seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat. Padahal sudah tertib pakai masker, tetapi ada saja yang tertular. Tapi, peningkatannya juga tidak terlalu signifikan karena adanya vaksin. Meskipun positif, tapi cepat sembuhnya,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, berdasarkan data jumlah kasus aktif Covid-19 di Bali sebanyak 1.408. Sebanyak 400 pasien menjalani perawatan di rumah sakit sementara sekitar 900 pasien menjalani karantina atau isolasi mandiri. Adapun jumlah pasien meninggal di bawah 5 orang per hari.

“Kasus hariannya sekarang di kisaran 150-250. Mudah-mudahan bisa dikendalikan dalam waktu cepat. Kami juga memberlakukan surat edaran dan berkordinasi untuk melakukan pengetatan pelaku perjalanan masuk ke Bali dengan persyaratan Swab PCR dengan hasil negatif, dan tidak lagi menggunakan GeNose. Untuk memastikan surat keterangan asli, harus dilengkapi dengan QRCode,” ucap I Wayan Koster.

Meskipun mengalami lonjakan kasus Covid-19 namun jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali saat ini sekitar 8.000 sampai 9.000 orang per hari. Pemerintah berharap wisatawan dapat terus disiplin dalam implementasi protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

Baca juga: Sandiaga Uno: Wisata Berbasis Vaksin Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.