Menyikapi Akuisisi dan Merger, Seberapa Terjamin Keamanan Data Konsumen?

Kompas.com - 29/06/2021, 10:31 WIB
Ilustrasi merger Gojek dengan Tokopedia. DOK. GOJEKIlustrasi merger Gojek dengan Tokopedia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Transaksi Merger dan Akusisi perusahaan memungkinkan adanya perubahan struktur organisasi.

Hal ini mencakup transfer data yang dilakukan ke perusahaan pengendali yang berbeda atau perusahaan tambahan.

Lalu, dalam proses berbagi data tersebut, bagaimana potensi atau peluang data konsumen tersebar?

Baca juga: Akuisisi, Indika Energy Beli 72 Persen Saham Nusantara Resources Senilai Rp 644 Miliar

Sebera besar peran perusahaan dalam menjaga keamanan data-data pribadi konsumen?

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Ningrum Sirait mengatakan, akuisisi dan merger sudah cukup sering kali terdengar, setelah sebelumnya akuisisi Uber oleh Grab dan kini merger antara Gojek dan Tokopedia.

Ia menilai, yang selalu menjadi isu pokok dalam hal akuisisi dan merger adalah terkait dengan keamanan data konsumen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akuisisi dan merger itu dilakukan oleh pemain besar, dan kita kecolongan berkali-kali soal data-data itu. Ketika terjadi merger dan akuisisi, kita sudah siap apa belum? Bagaimana konsumen seperti kita karena masyarakat kebanyakan tidak ngerti, ketika mereka punya akses pada data kita, apa yang akan mereka lakukan? Pasti ekspansi market power,” ungkap Ningrum secara virtual, Senin (29/6/2021).

Melihat minimnya pengetahuan masyarakat mengenai corporate action tersebut, pemerintah dinilai perlu lebih fokus pada undang-undang untuk mengatur regulasi terkait pelindungan data pribadi dalam proses M&A.

Baca juga: Tinggal Hitungan Hari, Sejauh Mana Progres Merger Indosat dan Tri?

Mulai dari ROPA, diagram sistem arsitektur, termasuk kebijakan-kebijakan, prosedur atau kontrak.

“Satu-satunya jalan adalah negara merespon corporate action tersebut melalui undang-undang untuk mengatur dan meregulasi. Kalau ada pelanggaran, punya UU untuk menghukum perbuatan melawan hukum dampak dari corporate action tersebut,”ujar Ningrum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.