Sri Mulyani: SDM Jadi Tantangan Terbesar Pengembangan Ekonomi Syariah

Kompas.com - 29/06/2021, 15:58 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu tantangan untuk mengembangkan ekonomi syariah di Tanah Air.

Bendahara Negara ini menyebut, sumber daya manusia baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya perlu dibentuk jika Indonesia berniat menjadi penggerak utama ekonomi syariah dunia.

"Ketersediaan SDM yang berkualitas yang cukup baik dari sisi jumlahnya maupun dari sisi kualitas menjadi tantangan bersama bagi seluruh pemangku ekonomi nasional, makanya dalam pembangunan nasional keuangan negara, pembangunan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama," kata Sri Mulyani dalam webinar KNEKS, Selasa (29/6/2021).

Baca juga: Catat, Mulai Besok Pendaftaran CPNS dan PPPK Telah Dibuka

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, SDM perlu dikembangkan agar Indonesia tidak hanya menjadi target market dari produk industri yang halal dari negara lain.

Adapun upaya memenuhi kebutuhan SDM yang baik ini didukung oleh seluruh stakeholder, terutama dunia akademis. Tak hanya sekadar jumlah prodi, relevansinya dalam ekonomi syariah pun perlu ditingkatkan.

"Saat ini dari 750 prodi rumpun ekonomi syariah yang sudah meluluskan kurang lebih 30.000 orang per tahun, ini perlu ditingkatkan relevansinya," ungkap Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia bilang, prodi syariah harus selaras dan update dengan perkembangan dunia usaha yang cepat, teknologi yang berubah besar, dan dinamika ekonomi yang pesat.

Jika diterapkan, bukan hanya prinsip syariah saja yang bisa dijaga dalam ekonomi. Namun, sumber dayanya pun bisa beradaptasi dan memberikan nilai tambah inovasi.

"Jadinya peningkatan kualitas kurikulum dan peningkatan kualitas materi pembelajaran bagi prodi di Indonesia masih membutuhkan pemikiran menghubungkan antara bagaimana yang basic syariah dengan relevansi ekonomi baik di tingkat regional, nasional, dan global," pungkas Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Terapkan Pajak Karbon Tahun 2022, Berapa Tarifnya?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.