OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

Kompas.com - 30/06/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi fintech. ShutterstockIlustrasi fintech.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal sangat merugikan masyarakat. Selain bunga yang mencekik, cara penagihan yang tidak etis menjadi ciri dari praktik pinjol ilegal.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi mengatakan, pinjol ilegal dapat melakukan penagihan yang tidak etis, dikarenakan mereka bisa mengakses data pribadi debitur seperti kontak dan galeri ponsel.

"Untuk yang sudah terdaftar dan berizin ini sudah tidak dapat dilakukan. Karena kita juga me-review teknologi yang digunakan," ujarnya dalam acara diskusi secara virtual, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Bakal Ada PPKM Darurat, Luhut Ditunjuk Jadi Koordinator Wilayah Jawa-Bali

Riswinandi memastikan, fintech lending yang sudah terdaftar dan berizin di OJK hanya dibolehkan mengakses kamera, mikrofon, dan GPS ponsel nasabah.

"Akses pada hal-hal yang sebetulnya dilarang (kontak dan galeri) menjadi ramai di publik terutama pada proses collection. Nantinya dengan data yang sudah diambil tadi itu mereka bisa lakukan apa saja untuk melakukan penekanan pada debitur menunggak," tuturnya.

Lebih lanjut Riswinandi menyebutkan, keberadaan fintech lending membantu masyarakat khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tidak tersentuh akses perbankan dalam mendapatkan akses pembiayaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap keberadaan fintech ilegal yang sampai saat ini masih menjamur keberadaannya.

"OJK secara periodik mengumumkan daftar fintech peer to peer berizin dan terdaftar OJK melalui website OJK," ucap Riswinandi.

Sebagai informasi, jika data pribadi nasabah disalahgunakan, pengguna bisa melaporkan ke Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melalui www.afpi.or.id atau telepon 150505 atau ke OJK melalui kontak 157 apabila penyelenggara terdaftar dan berizin di OJK.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Cara Melaporkan Pinjol Ilegal dan Fintech Lending Bermasalah



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.