Kompas.com - 30/06/2021, 19:53 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai, Indonesia masih memiliki peluang untuk menambah jumlah unicorn atau start up dengan nilai valuasi 1 miliar dollar AS.

Hal ini mengingat Indonesia punya potensi ekonomi digital yang besar, tetapi belum optimal dimanfaatkan.

Tercermin dari kontribusi ekonomi digital yang baru sebesar Rp 630 triliun atau 4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) di 2020.

Baca juga: Punya Aset Rp 100 Miliar, Unicorn Bisa Tercatat di Papan Utama Bursa

Pemerintah memperkirakan kontribusi ekonomi digital Indonesia di 2030 mendatang, berpotensi mencapai 18 persen terhadap PDB atau senilai Rp 4.531 triliun.

Erick mengatakan, kendati memiliki ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, tetapi bila dibandingkan dengan pertumbuhan startup China dan Amerika Serikat, Indonesia masih tertinggal.

China tercatat memiliki 101 perusahaan unicorn dan Amerika Serikat memiliki 207 unicorn, sedangkan Indonesia baru memiliki 5 unicorn.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Posisi kita ini masih awal, dibandingkan China dan Amerika, kita mempunyai 5 uncorn. Ini menurut saya menarik, kalau kita seperempat China, kita masih punya potensi tambah 20 unicorn," ujar Erick dalam acara konferensi pers virtual LinkAja, Rabu (30/6/2021).

Ia menjelaskan, unicorn Indonesia secara sektoral masih didominasi oleh e-commerce, fintech, transportasi, dan travel.

Baca juga: BEI: Belum Ada Unicorn yang Masuk Pipeline IPO

Sementara di China, sektornya sudah meluas hingga ke hardware, education tech, cyber security, dan manajemen data.

Begitu pula dengan AS yang unicornnya sudah merambah ke sektor virtual reality, aero space, AI, video game, customer & ritel, serta food tech.

Erick bilang, ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas sektor dalam pengembangan startup.

"Saya rasa ini kesempatan yang luar biasa buat generasi muda Indonesia, apalagi kalau kita lihat di sektornya masih e-commerce, fintech, travel, transportation. Ini hal yang harus jadi pemikiran positif, bahwa ini harus kita antisipasi," kata dia.

Sebagai informasi, lima unicorn yang dimiliki Indonesia yakni Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, Ovo, dan J&T Express.

Baca juga: Jadi Startup Centaur alias Calon Unicorn, Ini yang Akan Dilakukan Shipper.id

Sementara Gojek kini sudah menyandang gelar 'decacorn' atau startup yang memiliki nilai valuasi di atas 10 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.