Pengakuan Sri Mulyani: Awalnya Tak Gratiskan Vaksin Covid-19 untuk Orang Kaya

Kompas.com - 30/06/2021, 20:26 WIB
Warga menerima suntikan vaksin saat kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Graha Bhayangkara, Kota Bandung, Sabtu (26/6/2021). Di HUT Ke-75 Bhayangkara, Polrestabes Bandung menggelar pemberian vaksin Covid-19 di 11 titik di wilayah hukumnya dengan kuota sebanyak 14.983 orang. KOMPAS.com / AGIE PERMADIWarga menerima suntikan vaksin saat kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Graha Bhayangkara, Kota Bandung, Sabtu (26/6/2021). Di HUT Ke-75 Bhayangkara, Polrestabes Bandung menggelar pemberian vaksin Covid-19 di 11 titik di wilayah hukumnya dengan kuota sebanyak 14.983 orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, pemerintah semula tidak memberikan akses vaksin Covid-19 gratis kepada masyarakat kelas atas.

Vaksin Covid-19 yang dibiayai negara ini awalnya hanya diberikan kepada masyarakat kelas bawah dan rentan miskin.

Belum terwujud rencana itu, Presiden RI Joko Widodo langsung mengarahkan semua warga negara berhak atas vaksin gratis.

Baca juga: Sandiaga Uno: Wisata Berbasis Vaksin Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

"Untuk kelas menengah ke atas mereka harus membayar untuk mendapat vaksin. Tapi Pak Presiden menetapkan semua orang harus mendapat vaksin secara gratis. Jadi ada banyak sekali hal teknis, bukan hanya sekadar punya uang," kata Sri Mulyani dalam webinar J-PAL SEA, Rabu (30/6/2021).

Bendahara Negara ini mengungkapkan, vaksin Covid-19 sangat rentan.

Untuk itu, pemerintah berupaya menghabiskan vaksin Covid-19 yang susah payah didapat sebelum vaksin tersebut rusak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu kerentanannya adalah masa berlaku (expired date).

Vaksin yang telah didapat harus segera didistribusikan kepada masyarakat agar segera mencapai kekebalan komunal.

Baca juga: Dukung Vaksinasi Gotong Royong, Kimia Farma Diagnostika Kawal Vaksin Hingga Indonesia Timur

Belum lagi, pemerintah perlu mengajak warga supaya mau divaksin lantaran ada beberapa isu negatif yang beredar. Isu-isu tersebut cenderung dibalut isu politik, isu sosial, isu budaya, hingga isu agama.

"Kemudian ada jenis vaksin yang berbeda, dengan cara penyimpanan vaksin berbeda. Dan akan menjadi mimpi buruk logistik bila tidak ditangani dengan baik. Vaksin adalah barang rentan karena ada expired-nya," ungkap dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.