Surge Targetkan Bangun 580 Edge Data Center hingga Akhir 2021

Kompas.com - 01/07/2021, 17:56 WIB
Ilustrasi jaringan data Shutterstock.comIlustrasi jaringan data

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menyiapkan pembangunan edge data center yang akan tersebar di sepanjang Pulau Jawa.

Mengusung konsep edge data center atau mendekati lokasi pengguna akhir, ribuan data center ini akan berdiri di sejumlah stasiun kereta api dan gudang-gudang Koperasi Unit Desa (KUD) yang tersebar di pelosok Pulau Jawa.

Dua lokasi pertama edge data center Surge yang berada di Stasiun Manggarai dan Stasiun Cikarang akan mulai beroperasi pada Agustus 2021. Sebagai tahap awal, perseroan menargetkan 580 edge data center hingga akhir 2021.

"Didukung ekosistem Surge seperti kabel fiber optic berkapasitas besar sepanjang rel kereta api dan ribuan lokasi gudang hasil kolaborasi dengan INKUD yang tersebar di pelosok Pulau Jawa, edge data center Surge akan hadir lebih dekat di tengah masyarakat bahkan menjangkau kota-kota kecil untuk menghadirkan konektivitas dengan kecepatan, kualitas, dan kapasitas tinggi," kata CEO Surge Hermansjah Haryono melalui keterangan tertulis, Kamis (1/7/2021).

Pembangunan infrastruktur data center diharapkan tak hanya dapat mengakomodir potensi konektivitas dan ekonomi digital di kawasan industri, bisnis, dan pemerintahan, tetapi juga wilayah tempat tinggal, pelaku usaha UMKM hingga menjangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah secara umum di kota-kota besar dan kecil Pulau Jawa.

Baca juga: PPKM Darurat, Bank dan Pasar Modal Beroperasi secara Terbatas

Perluasan kerja sama fiber optic dengan PT KAI maupun digitalisasi INKUD akan mendayagunakan lokasi-lokasi stasiun maupun gudang menjadi edge data center sebagai Point of Presence (POP) yang terdiri dari 580 stasiun kereta dan 1.000 gudang KUD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, edge data center ini juga dapat digunakan sebagai Internet Exchange (IX) dengan teknologi Content Delivery Network (CDN). Teknologi CDN dapat dimanfaatkan untuk mendukung konektivitas yang lebih baik dan stabil bagi para operator OTT (Over The Top) di Indonesia maupun pengguna akhir (end-customer).

"Tak hanya bagi partner bisnis, pengembangan data center ini tentunya sejalan dengan pengembangan usaha perseroan dalam berbagai solusi digital bidang media dan hiburan maupun daily needs bagi konsumen langsung yang akan dihadirkan dalam waktu dekat," kata Hermansjah.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Surge Martha Rebecca menambahkan, berdasarkan riset Alpha-JWC dan Kearney pada 2021, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia ke depan akan ditopang konsumen di luar kota Metropolitan atau kota-kota besar, tepatnya kota Tier-2 dan Tier-3.

Riset juga menyebutkan bahwa dengan dukungan yang tepat seperti infrastruktur digital, kota Tier-2 dan Tier-3 dapat berkontribusi sebesar 30-50 persen dari ekonomi digital pada 2025.

Baca juga: Kemenhub Susun Aturan Bepergian Wajib Pakai Kartu Vaksin



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.