Kompas.com - 01/07/2021, 21:44 WIB
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2017). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaDirektur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati meninggal dunia pada Kamis (1/7/2021).

Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ekonom Senior Indef Aviliani. Ia mengatakan, Enny meninggal dunia sekitar pukul 19.40 WIB di RSI Pondok Kopi.

"Iya benar, tadi baru (meninggal) sekitar jam 19.40 WIB," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (1/7/2021).

Aviliani mengungkapkan, Enny meninggal akibat terinfeksi Covid-19. Sebelum meninggal, kondisi Enny memang sempat mengalami kesulitan mendapatkan rumah sakit.

Aviliani bercerita, kondisi Enny saat awal sakit Covid-19 sempat baik, namun selang beberapa hari mengalami penurunan sehingga mengalihkan perawatan dari isolasi mandiri ke rumah sakit.

Baca juga: Kemenperin Diminta Dorong Industri Pasok 90 Persen Oksigen Buat Medis

Kondisi Enny di rumah sakit pun semakin drop hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di rumah masih ok (kondisinya), beberapa hari kemudian saturasi rendah baru cari rumah sakit dan oksigen," kata dia.

"Saya dari kemarin ikut bantu cari oksigen sampai tadi malam masih kasih kabar kalau drop saturasinya," lanjut Aviliani.

Kabar duka meninggalnya Enny juga turun disampaikan oleh ekonom Indef Eko Listiyanto. Ia mengatakan, Enny meninggal setelah beberapa hari menerima perawatan karena terpapar Covid-19.

"Benar (meninggal dunia karena terpapar Covid-19)," ungkapnya.

Ekonomi senior Indef lainnya, Dradjad Wibowo turut berduka dengan kepergian Enny. Ia mengatakan Enny sempat mengirimkan video mengabarkan saturasi oksigen sudah naik.

"Tapi setelah itu pamit karena turun lagi (saturasi oksigennya), Tidak disangka tahunya pamit untuk selamanya," kata Drajad.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Penyaluran Bansos Bakal Dipercepat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.