Sekelumit Jakarta Tempo Doeloe

Kompas.com - 02/07/2021, 07:40 WIB
Tugu Monas, Landmark Kota Jakarta. Kompas.com/Nabilla RamadhianTugu Monas, Landmark Kota Jakarta.

BEPERGIAN di Jakarta di tahun 1950-an sangat mudah. Bisa menggunakan trem, dan juga bisa menggunakan becak. Entah apa sebabnya kemudian trem yang melintas di pusat kota Jakarta dilenyapkan.

Ketika itu saya kebetulan tinggal di bilangan Jalan Segara, yang sebelumnya bernama Rijswijk dan sekarang dikenal sebagai jalan Veteran. Tidak jauh dari jalan Segara terdapat pusat perbelanjaan Pasar Baru dan tidak jauh dari situ pula ada Gedung Kesenian.

Di seberang Kali Ciliwung, terbentang jalan Nusantara, dengan banyak toko-toko yang berjajar di sana, antara lain Van Dorp, Toko Oen dan Toko Olivetti Soekardi. Di ujung jalan Nusantara, menyeberang rel Kereta Api, terdapat dua buah bioskop berseberangan yaitu Capitol dan Astoria.

Di Jalan Segara sendiri, terdapat Hotel Rijswijk dan di Jalan Segara I nomor 10 terdapat restoran terkenal, Ragusa Italian Ice Cream. Di Jalan Segara III agak berbatasan dengan Istana, menghadap ke Jalan Merdeka terdapat Hotel Lainnya yang bernama Hotel Dharma Nirmala, yang kemudian pernah menjadi Mess atau asrama Pasukan Cakrabirawa.

Ujung lainnya yang menghadap ke jalan Segara, ada gedung USIS ( United States Information Service).

Baca juga: Berapa Biaya yang Dibutuhkan Pemerintah Jika Jakarta Lockdown?

Jalan Segara IV kini sudah tidak ada karena sudah menjadi bagian dari halaman Istana Presiden tempat Kantor Sekneg dan Wisma Tamu Negara. Jalan Segara IV dahulu dikenal sebagai “poolweg” , orang Betawi menyebutnya sebagai “Gang Pol”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila dari jalan Segara IV menuju ke arah jalan Majapahit, di sana terletak kedutaan besar India, yang sesekali tiap hari Rabu malam memutar film untuk warga sekitar. Di jalan Majapahit sendiri terdapat Hotel Majapahit, kemudian di seberangnya adalah toko dan show room Philips, sekarang bernama Ralin.

Ada juga beberapa toko, antara lain tukang cukur terkenal untuk kalangan atas yang bernama Maharim. Di penghujung jalan Majapahit inilah terdapat simpang Harmoni yang khas dengan patung telanjangnya yang bertengger di atas jembatan kali ciliwung. Berseberangan dengan patung tersebut ada sebuah Hotel lain yang bernama Hotel Des Indes.

Tidak jauh dari jalan Segara IV, di jalan Merdeka Barat, terletak gedung RRI dan juga sebuah kantor dengan bentuk yang unik yaitu terpajang dua buah baling-baling pesawat terbang di halaman mukanya.

Berseberangan dengan lokasi RRI terdapat kantor Polisi yang saat itu terkenal dengan nama Hoofdbureau Van Politie atau Kantor Besar Kepolisian. Orang-orang kala itu menyebutnya sebagai Hopbiro. Jalan Medan Merdeka Barat dahulu namanya adalah Koningsplein West.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.