Ingin Menerapkan Perencanaan Keuangan Berbasis Emas untuk Masa Depan? Simak Dulu Hal Ini

Kompas.com - 03/07/2021, 09:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika berbicara mengenai investasi, tentu terdapat tujuan yang ingin dicapai, baik jangka pendek maupun jangka panjang seperti dana nikah, dana pendidikan anak serta dana pensiun.

Lalu, apa pentingnya melakukan perencanaan keuangan berbasis emas?

Co-Founder dan CMO IndoGold Indra Sjuriah mengatakan, emas terbukti sebagai pelindung nilai aset yang baik serta dapat melawan inflasi dari tahun ke tahun.

Baca juga: Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Dia menjelaskan, dalam dunia investasi, emas dikenal sebagai instrumen investasi yang paling populer karena dinilai sebagai aset kelas yang aman. Seseorang dapat melirik emas untuk diandalkan dalam meraih tujuan finansialnya di masa depan.

“Menyiapkan keuangan berbasis emas pada dasarnya menaruh uang yang Anda sisihkan secara rutin untuk ditabung ke dalam bentuk emas. Tujuan finansial jangka panjang yang ingin diraih, dapat diwujudkan dengan cara tersebut,"ujar Indra saat dihubungi Kompas.com, Rabu (30/6/2021).

Dia berpendapat, sebenarnya penerapannya tidak sulit, yakni terlebih dahulu seseorang harus menetapkan tujuan finansial yang ingin diraih lalu dibagi dengan harga emas per gram saat ini.

Kemudian seseorang baru dapat mengetahui seberapa banyak emas yang dibutuhkan dalam meraih tujuan finansial tersebut.

Misalnya, dana pendidikan kuliah anak di kota besar yang dibutuhkan di tahun 2010 adalah sekitar Rp 100 juta. Sementara harga emas pada saat itu sekitar Rp 353,000 per gram atau setara dengan 283 gram emas.

Baca juga: Kapan Waktu Tepat untuk Investasi Emas?

Lalu, umumnya dana pendidikan anak naik setiap tahunnya, sehingga dana kuliah yang dibutuhkan di tahun 2020 adalah sekitar Rp 225 juta. Harga emas pada saat itu sekitar Rp 774,000 per gram atau setara dengan 290 gram emas.

"Artinya, dari contoh perhitungan tersebut, dapat terlihat bahwa gramasi emas yang dibutuhkan tidak jauh berbeda,"ucap Indra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kondisi Ekonomi 2023, Jokowi Optimistis Tapi Tetap Waspada dan Hati-hati

Kondisi Ekonomi 2023, Jokowi Optimistis Tapi Tetap Waspada dan Hati-hati

Whats New
Visa dan Bank UOB Umumkan 2 Pemenang Grand Prize Nonton Piala Dunia di Qatar

Visa dan Bank UOB Umumkan 2 Pemenang Grand Prize Nonton Piala Dunia di Qatar

Whats New
Luhut Pastikan Masyarakat yang Membeli Motor Listrik Akan Dapat Subsidi Rp 6,5 Juta

Luhut Pastikan Masyarakat yang Membeli Motor Listrik Akan Dapat Subsidi Rp 6,5 Juta

Whats New
Menghitung Konversi Ton ke Kuintal

Menghitung Konversi Ton ke Kuintal

Whats New
Jokowi Ingatkan Hati-hati ke Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Ada Apa?

Jokowi Ingatkan Hati-hati ke Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Ada Apa?

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Mendag Zulhas Pastikan Stok Cabai Aman, walau Harga Naik Sedikit

Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, Mendag Zulhas Pastikan Stok Cabai Aman, walau Harga Naik Sedikit

Whats New
Cara Mengidentifikasi Saham dalam Papan Ekonomi Baru yang Bakal Segara Meluncur

Cara Mengidentifikasi Saham dalam Papan Ekonomi Baru yang Bakal Segara Meluncur

Whats New
Jokowi Jengkel Dana Pemda Mengendap di Perbankan Capai Rp 278 Triliun

Jokowi Jengkel Dana Pemda Mengendap di Perbankan Capai Rp 278 Triliun

Whats New
BPS Pastikan Stok Beras Surplus, Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Nasional

BPS Pastikan Stok Beras Surplus, Cukup untuk Memenuhi Kebutuhan Nasional

Whats New
IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Saham Sektor Teknologi Masih Tertekan

IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Saham Sektor Teknologi Masih Tertekan

Whats New
Jokowi: Jangan Sampai Target Investasi Tidak Tercapai, Langsung Mohon Maaf

Jokowi: Jangan Sampai Target Investasi Tidak Tercapai, Langsung Mohon Maaf

Whats New
RI Kalah Gugatan Nikel di WTO, Jokowi: Kita Ajukan Banding

RI Kalah Gugatan Nikel di WTO, Jokowi: Kita Ajukan Banding

Whats New
Apa Nama Mata Uang Negara Uni Emirat Arab?

Apa Nama Mata Uang Negara Uni Emirat Arab?

Earn Smart
Efisiensi Energi, Cara Ampuh Pangkas Biaya dan Kurangi Emisi Karbon bagi Industri

Efisiensi Energi, Cara Ampuh Pangkas Biaya dan Kurangi Emisi Karbon bagi Industri

Whats New
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cari Utang Tambahan Rp 16 Triliun ke China

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cari Utang Tambahan Rp 16 Triliun ke China

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.