PPKM Darurat, Begini Skenario Kinerja Ekonomi RI Menurut Sri Mulyani

Kompas.com - 05/07/2021, 14:29 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat per 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengungkapkan beberapa skenario terkait kinerja ekonomi Indonesia dengan penerapan PPKM darurat.

Menurut dia, pada semester I 2021 ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 3,1 persen hingga 3,3 persen. Hal itu berlandaskan pada kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal I lalu yang terealisasi sebesar 0,74 persen.

Baca juga: PPKM Darurat, Sri Mulyani Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tak Sampai 6,5 Persen

Sementara untuk kuartal II-2021, pihaknya optimistis kinerja perekonomian masih bisa tumbuh hingga 7 persen.

"Keseluruhan semester I itu pertumbuhan di 3,1 persen hingga 3,3 persen karena kuartal I -0,7 persen dan kuartal II diperkirakan proyeksi PE di sektiar 7 persen," jelas Sri Mulyani ketika memberikan keterangan pers seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (5/7/2021).

Sementara untuk semester II-2021 kinerja perekonomian akan sangat bergantung pada kondisi Covid-19.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah harus melakkukan pengetatan kebijakan PPKM darurat.

Bila lonjakan kasus Covid-19 tidak berlangsung lama dan PPKM darurat berjalan moderat, artinya tidak perlu dilaklukan perpanjangan, maka pertumbuhan ekonomi masih bisa di atas 4 persen.

Baca juga: Menkeu Usul Pajak Orang Kaya Naik, Begini Penerapan di Negara Tetangga

"Kalau di skenarionya itu akan cukup moderat, yaitu di Juli sudah bsia dikendalikan dan pada Agustus sudah mulai ada aktivitas normal atau restriksinya dikendalikan dan pada Agustus sudah mulai ada aktivitas normal atau restriksinya dikurangi, maka ekonomi bisa tumbuh pada kondisi pertumbuhan yang di atas 4 persen," ujar Sri Mulyani.

Untuk diketahui, berdasarkan data terakhir, Minggu (4/7/2021), kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 295.228 kasus.

Jumlah ini merupakan kasus aktif tertinggi selama pandemi Covid-19 di tanah air. Angka itu setara dengan 12,9 persen dari total kasus konfirmasi positif Covid-19.

Bila lonjakan kasus Covid-19 masih terjadi, dan PPKM darurat harus diperpanjang, maka kinerja perekonomi bisa turun di sekitar 4 persen.

"Ini yang harus diwaspadai. Untuk itu kecepatan imunitas yang bisa dimuncullkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi syarat penting dan pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga kondisi dari Covid-19 tetap bsia dikendalikan tapi pemulihan ekonomi tetap bisa dipertahankan," jelas dia.

Baca juga: Pencairan Insentif Nakes Sempat Terlambat, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Whats New
Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Whats New
Wamendag: Pengguna Platform Transaksi Aset Kripto Zipmex Sudah Bisa Tarik Dana

Wamendag: Pengguna Platform Transaksi Aset Kripto Zipmex Sudah Bisa Tarik Dana

Whats New
KKP Kembangkan Kawasan Konservasi Nasional Laguna Wayag Jadi Destinasi Ekowisata

KKP Kembangkan Kawasan Konservasi Nasional Laguna Wayag Jadi Destinasi Ekowisata

Whats New
Indonesia Ritel Summit Diharap Bangkitkan Usaha yang Stagnan Selama 22 Tahun

Indonesia Ritel Summit Diharap Bangkitkan Usaha yang Stagnan Selama 22 Tahun

Whats New
Erick Thohir: Sekarang Hampir 50 Persen Perdagangan Pembayarannya Menggunakan Digital

Erick Thohir: Sekarang Hampir 50 Persen Perdagangan Pembayarannya Menggunakan Digital

Whats New
Holding ID Survey Diharapkan Jadi 'Top 5 Leader' di Asia Pasifik

Holding ID Survey Diharapkan Jadi "Top 5 Leader" di Asia Pasifik

Rilis
Harga BBM Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Bansos

Harga BBM Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Bansos

Whats New
Pegawai Alfamart Minta Maaf Sebar Video Pencuri Cokelat, Hotman Paris: Jangan Minta Maaf Kalau Tak Bersalah

Pegawai Alfamart Minta Maaf Sebar Video Pencuri Cokelat, Hotman Paris: Jangan Minta Maaf Kalau Tak Bersalah

Whats New
BPS Soroti Kenaikan Nilai Ekspor Tidak Disertai Peningkatan Volume yang Signifikan

BPS Soroti Kenaikan Nilai Ekspor Tidak Disertai Peningkatan Volume yang Signifikan

Whats New
Sudah 620.000 Kendaraan Daftar MyPertamina, Mayoritas Pengguna Pertalite

Sudah 620.000 Kendaraan Daftar MyPertamina, Mayoritas Pengguna Pertalite

Whats New
IHSG Ditutup Melemah 0,5 Persen ke 7.093,28

IHSG Ditutup Melemah 0,5 Persen ke 7.093,28

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,5 Persen, 1 Dollar AS Setara Rp 14.742

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,5 Persen, 1 Dollar AS Setara Rp 14.742

Whats New
Erick Thohir Wanti-wanti soal Ancaman Krisis Pangan

Erick Thohir Wanti-wanti soal Ancaman Krisis Pangan

Whats New
Syarat Naik Pesawat Terbaru Berlaku 11 Agustus: Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR

Syarat Naik Pesawat Terbaru Berlaku 11 Agustus: Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.