PPKM Darurat, Begini Skenario Kinerja Ekonomi RI Menurut Sri Mulyani

Kompas.com - 05/07/2021, 14:29 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat per 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengungkapkan beberapa skenario terkait kinerja ekonomi Indonesia dengan penerapan PPKM darurat.

Menurut dia, pada semester I 2021 ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 3,1 persen hingga 3,3 persen. Hal itu berlandaskan pada kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal I lalu yang terealisasi sebesar 0,74 persen.

Baca juga: PPKM Darurat, Sri Mulyani Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tak Sampai 6,5 Persen

Sementara untuk kuartal II-2021, pihaknya optimistis kinerja perekonomian masih bisa tumbuh hingga 7 persen.

"Keseluruhan semester I itu pertumbuhan di 3,1 persen hingga 3,3 persen karena kuartal I -0,7 persen dan kuartal II diperkirakan proyeksi PE di sektiar 7 persen," jelas Sri Mulyani ketika memberikan keterangan pers seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (5/7/2021).

Sementara untuk semester II-2021 kinerja perekonomian akan sangat bergantung pada kondisi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah harus melakkukan pengetatan kebijakan PPKM darurat.

Bila lonjakan kasus Covid-19 tidak berlangsung lama dan PPKM darurat berjalan moderat, artinya tidak perlu dilaklukan perpanjangan, maka pertumbuhan ekonomi masih bisa di atas 4 persen.

Baca juga: Menkeu Usul Pajak Orang Kaya Naik, Begini Penerapan di Negara Tetangga

"Kalau di skenarionya itu akan cukup moderat, yaitu di Juli sudah bsia dikendalikan dan pada Agustus sudah mulai ada aktivitas normal atau restriksinya dikendalikan dan pada Agustus sudah mulai ada aktivitas normal atau restriksinya dikurangi, maka ekonomi bisa tumbuh pada kondisi pertumbuhan yang di atas 4 persen," ujar Sri Mulyani.

Untuk diketahui, berdasarkan data terakhir, Minggu (4/7/2021), kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 295.228 kasus.

Jumlah ini merupakan kasus aktif tertinggi selama pandemi Covid-19 di tanah air. Angka itu setara dengan 12,9 persen dari total kasus konfirmasi positif Covid-19.

Bila lonjakan kasus Covid-19 masih terjadi, dan PPKM darurat harus diperpanjang, maka kinerja perekonomi bisa turun di sekitar 4 persen.

"Ini yang harus diwaspadai. Untuk itu kecepatan imunitas yang bisa dimuncullkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi syarat penting dan pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga kondisi dari Covid-19 tetap bsia dikendalikan tapi pemulihan ekonomi tetap bisa dipertahankan," jelas dia.

Baca juga: Pencairan Insentif Nakes Sempat Terlambat, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewan Pengurus Kadin Indonesia Resmi Dilantik, Ini Susunannya

Dewan Pengurus Kadin Indonesia Resmi Dilantik, Ini Susunannya

Whats New
Aturan Terbaru PPKM Naik Pesawat Wajib PCR, Kapan Mulai Berlaku?

Aturan Terbaru PPKM Naik Pesawat Wajib PCR, Kapan Mulai Berlaku?

Whats New
Program Kemitraan dan Digitalisasi Pacu Produktivitas Industri Olahan Susu

Program Kemitraan dan Digitalisasi Pacu Produktivitas Industri Olahan Susu

Rilis
Fakta Seputar Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta untuk Penumpang dari Luar Negeri

Fakta Seputar Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta untuk Penumpang dari Luar Negeri

Whats New
Pemerintah Diminta Buka 'Call Center' Khusus Aduan Pinjol Ilegal

Pemerintah Diminta Buka "Call Center" Khusus Aduan Pinjol Ilegal

Whats New
Garuda Dikabarkan Bakal Pailit, Manajemen Buka Suara

Garuda Dikabarkan Bakal Pailit, Manajemen Buka Suara

Whats New
Ingat, Setelah 30 November 2021 Kartu Debit Magnetik BCA Tak Bisa Digunakan

Ingat, Setelah 30 November 2021 Kartu Debit Magnetik BCA Tak Bisa Digunakan

Whats New
Ini Kriteria Frozen Food yang Wajib Punya Izin Edar BPOM

Ini Kriteria Frozen Food yang Wajib Punya Izin Edar BPOM

Whats New
Kemenkop UKM dan Polri Koordinasi Terkait Perizinan Makanan Beku oleh Pebisnis Rumahan

Kemenkop UKM dan Polri Koordinasi Terkait Perizinan Makanan Beku oleh Pebisnis Rumahan

Whats New
Resah Ada Eksportir Nakal, Petani Sarang Walet Minta Pemerintah Tegas

Resah Ada Eksportir Nakal, Petani Sarang Walet Minta Pemerintah Tegas

Whats New
Nasabah Tak Bayar Utang Bisa Hentikan Kemampuan Finansial Pinjol Ilegal

Nasabah Tak Bayar Utang Bisa Hentikan Kemampuan Finansial Pinjol Ilegal

Whats New
Soal Izin Edar 'Frozen Food', Asosiasi UMKM Soroti Koordinasi Pemerintah dengan Kepolisian

Soal Izin Edar "Frozen Food", Asosiasi UMKM Soroti Koordinasi Pemerintah dengan Kepolisian

Whats New
Krisis Energi, Satu Lagi Perusahaan Pengecer Listrik Singapura Tumbang

Krisis Energi, Satu Lagi Perusahaan Pengecer Listrik Singapura Tumbang

Whats New
SKD CPNS 2021 di Luar Negeri Digelar 26-28 Oktober, Ini Syaratnya

SKD CPNS 2021 di Luar Negeri Digelar 26-28 Oktober, Ini Syaratnya

Whats New
Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Perpanjang DP 0 Persen Kendaraan dan Properti

Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Perpanjang DP 0 Persen Kendaraan dan Properti

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.