Obat Terkait Covid-19 Langka dan Mahal, Luhut: Kita Jangan Diatur oleh Orang-orang Serakah!

Kompas.com - 06/07/2021, 07:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021). Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi peringatan kepada seluruh produsen obat-obatan untuk tidak memainkan harga jual di pasar.

Luhut minta dalam kurun waktu tiga hari seluruh pasokan obat-obatan terkait Covid-19 sudah dikeluarkan dan harganya harus juga sudah turun. Jika tidak, ia mengancam akan merazia gudang-gudang obat tersebut.

"Saya tekankan apabila dalam 3 hari ke depan kami masih dapatkan harga-harga yang cukup tinggi atau terjadi kelangkaan, maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya," ungkap dia dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Erick Thohir Minta BUMN Farmasi Segera Edarkan Ivermectin ke Pasar

Sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut pun meminta untuk Porli dan Polda melakukan patroli terhadap gudang-gudang obat untuk memastikan tak ada yang menimbun, sehingga pasokan obat terkait Covid-19 bisa cukup di pasaran.

"Saya ulangi, paling lambat Rabu, jadi Kamis tidak boleh terjadi kelangkaan (obat)," tegas Luhut.

Ia mengakui, bahwa banyak produsen yang masih mengambil untung dengan cara menaikkan harga obat melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, pemerintah telah mengatur HET 11 obat terkait Covid-19 yang tertuang dalam Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 dan diteken pada 2 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Menkes Tetapkan Harga Ivermectin Rp 7.500

"Aturan HET obat-obatan ini telah dibuat dan itu telah dihitung dengan cermat, jadi pasti perusahaan tidak akan dirugikan. Tapi jangan juga (perusahaan) ambil keuntungan dari kesulitan masyarakat saat ini," kata Luhut.

Oleh sebab itu, Luhut menegaskan, untuk aparat harus bisa mengambil tindakan tegas bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan penimbunan dan memainkan harga obat-obatan.

"Kita jangan mau diatur oleh orang-orang yang serakah, saya tekankan hal ini, kita harus tindak tegas. Kita sudah peringatkan dan jika peringatan tidak dengarkan maka kita akan tindak tegas," pungkasnya.

Baca juga: Erick Thohir: Lonjakan Harga Obat Terapi Covid Menyakiti Hati Rakyat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.