Kompas.com - 06/07/2021, 13:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan dalam acara melalukan peluncuran Kilau Digital Permata Flobamora di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat  (18/6/2021). Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan dalam acara melalukan peluncuran Kilau Digital Permata Flobamora di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (18/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Indonesia telah mengimpor oksigen konsentrator dari Singapura untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Seperti diketahui, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa waktu terakhir telah mendorong tingginya permintaan oksigen, sehingga membuat pasokannya terbatas bahkan cenderung langka.

"Itu (oksigen konsentrator) sekarang sudah pesan 10.000, dan sebagian sudah mulai datang pakai pesawat Hercules dari Singapura," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Jamin Ketersediaan Oksigen, Erick Thohir Kerahkan BUMN-BUMN Ini

Ia menjelaskan, oksigen konsentrator nantinya digunakan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

Sederhananya, oksigen konsentrator menjadi alat yang berfungsi mengambil oksigen dari udara bebas dan diproses untuk akhirnya membantu seseorang bernapas.

"Untuk gejala ringan kita akan gunakan oksigen konsentrator, itu bekerja mengambil dari udara biasa lalu diproses dan bisa dihirup," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Luhut memastikan, pemerintah akan berupaya menjaga ketersediaan pasokan oksigen di masa pandemi Covid-19 ini.

Oleh sebab itu, bila masih dirasa kurang, opsi impor oksigen konsentrator akan kembali dilakukan.

Baca juga: Mendag Janji Impor Alkes dan Tabung Oksigen Tak Terkendala Birokrasi di Pelabuhan

"Kita juga akan ambil dari tempat lain bila kita rasa masih ada kekurangan," imbuh dia.

Selain oksigen konsentrator, pemerintah juga berupaya mendorong ketersediaan tabung oksigen untuk sejumlah rumah sakit.

Luhut bilang, pada 2-3 hari terakhir, pihaknya telah memobilisasi pasokan oksigen dari berbagai titik, seperti dari Morowali, Cilegon, hingga Batam.

Lewat upaya itu, ia berharap, kondisi kekurangan suplai oksigen untuk kebutuhan medis bisa teratasi, khususnya bagi penanganan pandemi Covid-19.

"Oksigen itu kemudian sekarang kita arahkan 100 persen yang dari industri untuk membantu dulu kesehatan. Kita arahkan supaya oksigen ini murni menolong orang yang di isolasi dan rawat intensif," kata Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.