Rontoknya Mal Kami

Kompas.com - 07/07/2021, 06:30 WIB
Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (29/6/2021). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan operasional pusat perbelanjaan dan mal akan dibatasi hingga pukul 17.00, seiring dengan pengetatan aktivitas masyarakat dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTASuasana di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (29/6/2021). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan operasional pusat perbelanjaan dan mal akan dibatasi hingga pukul 17.00, seiring dengan pengetatan aktivitas masyarakat dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

SECARA sederhana, isi utama dari mal itu ada tiga; department store (sebut saja toko serba ada), supermarket serta hypermarket (sebut saja pasar modern) dan kuliner.

Toko serba ada diwakili oleh Matahari, Ramayana, Metro, Sogo. Pada setiap daerah memiliki toko serba ada yang sudah menjadi penanda daerah tersebut, seperti misal Yogya di Jawa Barat, Rita di sepanjang jalur selatan Jawa Tengah dan Luwes di karesidenan Surakarta.

Seiring dengan menjamurnya merek-merek internasional yang masuk ke Indonesia, mal juga diserbu oleh specialty store yang hanya menjual satu merek saja. Sebut saja; Uniqlo, H&M, Mark and Spencer, Zara.

Pasar modern yang berada di mal diwakili oleh Super Indo, Hero, Carrefour, Hipermart, Lotte, Ranchmarket. Pada setiap daerah juga memiliki pasar modern yang sudah mengakar kuat di daerah tersebut, seperti Brastagi (Medan), Ramai (Yogya) dan Kaisar (Pontianak).

Untuk gerai kuliner, pada mal dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, berada pada satu pusat kuliner, lazim disebut food court.

Kelompok kedua, berdiri sendiri yang gerainya ada pada sudut-sudut mal. Gerai kuliner ini ada yang mengusung waralaba global, jejaring nasional dan merek lokal.

Ada yang bermain pada makanan cepat saji, dine in, kedai kopi hingga aneka minuman. Tumpah ruah yang dijajakan gerai kuliner ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mal besar, ditambah dengan gerai toko buku (Gramedia, Gunung Agung), toko perkakas rumah tangga, furnitur dan elektronik (Ace Hardware, Informa, Courts, Electronic City, Best Denki, Electronic Solution), toko olah raga (Sport Station, Fisik Sport, MG Sport), bioskop, bank, pusat kebugaran dan berbagai jenis lainnya.

Mal besar menjelma menjadi penyedia semua kebutuhan manusia. Bahkan yang tidak berhubungan dengan belanja dan kesenangan, seperti misal tempat perpanjangan SIM, kursus bahasa asing dan aneka kursus lainnya.

Peran mal yang signifikan ini membawa pengaruh signifikan pula pada penyerapan tenaga kerja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.