Pantau Mobilitas Warga, Luhut: Makin Lama Turun, Makin Payah Ekonomi Kita

Kompas.com - 07/07/2021, 09:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier Tangkapan layar YouTube Deddy CorbuzierMenteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah memantau ketat penurunan mobilitas warga.

Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, penurunan mobilitas warga menurutnya harus terjadi secara signifikan, termasuk di sejumlah daerah seperti di Jawa Tengah (Jateng) dan Yogyakarta.

Jika hal tersebut tidak terlaksana segera, maka dampaknya akan merembet kepada angka pertumbuhan ekonomi yang terancam minus lagi.

“Kalau makin lama penurunannya, makin lama pula ini terjadi dan makin payah ekonomi kita. Presiden memerintahkan jangan lama-lama mengenai masalah ini,” ungkap Luhut sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Luhut Minta Kemenkes Kerahkan Mahasiswa Kedokteran Bantu Vaksinasi

Luhut berharap mobilitas warga di Jateng dan Yogyakarta bisa turun 30 persen atau bahkan sampai 50 persen.

Luhut menyebut, sejauh ini memang sudah terjadi penurunan pergerakan warga, namun belum sesuai target yang diharapkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya mau coba kita menyampaikan monitoring harian efektifitas PPKM Darurat Jateng dan Yogyakarta. Saya mulai dengan mobilitas dengan penurunan mobilitas di keduanya mengalami kenaikan sekitar 15 persen,” ucapnya.

Baca juga: Luhut Ungkap Rencana Pemerintah Impor Oksigen Konsentrator

“Namun itu masih di bawah target. Saya harap pencapaian penurunan mobilitas harus minimal 30 persen, kalau bisa 50 persen,” sambungnya.

Luhut menjelaskan, terjadi peningkatan penurunan mobilitas warga di seluruh kabupaten/kota di Jateng.

Berdasarkan urutan teratas, yakni Banjarnegara, Kudus, Purbalingga, Boyolali, Banyumas, dan Grobogan daerah paling rendah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.