Kompas.com - 07/07/2021, 15:30 WIB
Tangkapan layar daftar kementerian yang sudah buka pendaftaran CPNS SSCASNTangkapan layar daftar kementerian yang sudah buka pendaftaran CPNS

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah membuka pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021.

Di tahun ini, kementerian yang dipimpin oleh I Gusti Ayu Bintang Darmawati itu membuka 22 formasi CPNS 2021. Jumlah itu terdiri dari 19 formasi umum, 1 cumlaude, 1 disabilitas dan 1 putra/putri Papua/Papua Barat.

Pendaftaran CPNS 2021 Kementerian PPPA itu sudah dibuka sejak 30 Juni hingga 21 Juli 2021 secara online melalui laman SSCASN, sscasn.bkn.go.id.

Baca juga: Update Daftar 10 Instansi Terfavorit dan Sepi Peminat di CPNS 2021

Berikut rincian formasi CPNS 2021 Kementerian PPPA:

  • Analis Kinerja

Jumlah kebutuhan: 1 formasi umum
Kualifikasi pendidikan: S1 Manajemen/Administrasi Negara/Administrasi Publik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Analis Pengembangan Kompetensi

Jumlah kebutuhan: 1 formasi umum
Kualifikasi pendidikan: S1 Manajemen/Ekonomi/Administrasi Negara/Administrasi Publik/Psikolog

  • Analis Perencanaan Anggaran

Jumlah kebutuhan: 1 formasi umum
Kualifikasi pendidikan: S1 Ekonomi/Kebijakan Publik/Ekonomi Manajemen/Ilmu Sosial/Manajemen Kebijakan Publik/Ilmu Pemerintahan/Ekonomi Pembangunan/Administrasi Negara

  • Analis Rencanan Program dan Kegiatan

Jumlah kebutuhan: 1 formasi umum dan 1 formasi cumlaude
Kualifikasi pendidikan: S1 Ekonomi/Administrasi Negara/Ilmu Pemerintahan/Kebijakan Publik

  • Penata Keuangan

Jumlah kebutuhan: 5 formasi umum
Kualifikasi pendidikan: S1 Akuntansi/D-IV Akuntansi

  • Pranata Barang dan Jasa

Jumlah kebutuhan: 2 formasi umum dan 1 disabilitas
Kualifikasi pendidikan: D-III Administrasi/Manajemen

  • Pranata Laporan Keuangan

Jumlah kebutuhan: 4 formasi umum
Kualifikasi pendidikan: D-III Akuntansi

  • Verifikator Keuangan

Jumlah kebutuhan: 4 formasi umum dan 1 putra/putri Papua/Papua Barat.
Kualifikasi pendidikan: D-III Akuntansi.

Baca juga: Kemenparekraf Buka 189 Formasi CPNS 2021 Bagi Lulusan D-III Hingga S2

Persyaratan Pelamar CPNS 2021 Kementerian PPPA

  • Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia, dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar;
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  • Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  • Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan;
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;
  • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah;
  • Pelamar merupakan lulusan:

Jenis Kebutuhan Umum:

  1. Perguruan Tinggi dalam negeri dari perguruan tinggi dan/atau program studi yang terakreditasi pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan/atau Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan/ Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (tiga koma nol).
  2. Perguruan Tinggi luar negeri dengan ijazah dan transkrip nilai yang telah disetarakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (tiga koma nol)

Jenis Kebutuhan Khusus Putra/putri lulusan terbaik berpredikat “dengan pujian”/cumlaude:

  1. Perguruan Tinggi dalam negeri dengan predikat kelulusan ”dengan pujian”/cumlaude jenjang minimal Strata 1 (tidak termasuk Diploma IV) dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah
  2. Perguruan Tinggi luar negeri dengan kategori lulus ”dengan pujian”/cumlaude setelah memperoleh penyetaraan ijazah jenjang minimal Strata 1 (tidak termasuk Diploma IV) dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara ”dengan pujian”/cumlaude dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Jenis Kebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas:

  1. Perguruan Tinggi dalam negeri dari perguruan tinggi dan/atau program studi yang terakreditasi pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan/atau Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan/ Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah, dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 (tiga koma nol).
  2. Perguruan Tinggi luar negeri dengan ijazah dan transkrip nilai yang telah disetarakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (tiga komal nol).

Jenis Kebutuhan Khusus Putra/Putri Papua dan Papua Barat:

  1. Perguruan Tinggi dalam negeri dari perguruan tinggi dan/atau program studi yang terakreditasi pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan/atau Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan/ Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan pada saat kelulusan yang dibuktikan dengan tanggal kelulusan yang tertulis pada ijazah, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (tiga koma nol).
  2. Perguruan Tinggi luar negeri dengan ijazah dan transkrip nilai yang telah disetarakan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (tiga koma nol)
  • Untuk semua jabatan dipersyaratkan memiliki TOEFL ITP/Paper Based Toefl minimal 400 (setara dengan Computer Based Toefl minimal 133/ Internet Based Toefl minimal 45/ TOEIC 405/IELTS 4) atau Toefl Prediction Test 450, yang telah diperoleh sejak bulan Januari 2020 dan setelahnya, kecuali untuk pelamar pada kebutuhan khusus Putra/Putri Papua dan Papua Barat dan Penyandang Disabilitas.
  • Bagi pelamar penyandang disabilitas diwajibkan menyertakan link video singkat pada SSCASN yang menunjukkan kegiatan sehari-hari dan aktifitas yang mendukung jabatan yang dilamar seperti: mengetik menggunakan laptop/komputer standart, menulis, melakukan diskusi/berkomunikasi formal maupun informal.
  • Surat Keterangan Kelulusan TIDAK BERLAKU.

 

Baca juga: Daftar Instansi yang Wajibkan Sertifikat TOEFL untuk CPNS 2021

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telkom: Aplikasi PeduliLindungi Jadi Solusi Dorong Roda Perekonomian di Bali

Telkom: Aplikasi PeduliLindungi Jadi Solusi Dorong Roda Perekonomian di Bali

Rilis
Sudah Menarik Diri, Freeport Tegaskan Tak Punya Kepentingan Lagi di Blok Wabu

Sudah Menarik Diri, Freeport Tegaskan Tak Punya Kepentingan Lagi di Blok Wabu

Whats New
Riset: Meski Pendapatan Turun, Intensitas Merokok Tak Berkurang Saat Pandemi

Riset: Meski Pendapatan Turun, Intensitas Merokok Tak Berkurang Saat Pandemi

Whats New
Luncurkan Aplikasi Lottemartmall, Lotte Mart Tebar Promo Ini

Luncurkan Aplikasi Lottemartmall, Lotte Mart Tebar Promo Ini

Spend Smart
Bos Freeport Ungkap Alasan Menarik Diri dari Blok Wabu

Bos Freeport Ungkap Alasan Menarik Diri dari Blok Wabu

Whats New
Jadi Primadona Dunia, Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia Mendominasi Pasar Global

Jadi Primadona Dunia, Produk Mebel dan Kerajinan Indonesia Mendominasi Pasar Global

Whats New
5 Hal Penting Soal Krisis Raksasa Properti China Evergrande

5 Hal Penting Soal Krisis Raksasa Properti China Evergrande

Whats New
Vaksinasi Masih Rendah, Sumbar dan Lampung Jadi Sorotan Presiden

Vaksinasi Masih Rendah, Sumbar dan Lampung Jadi Sorotan Presiden

Whats New
Restoran dan Kafe Boleh Buka hingga Pukul 12 Malam, Ini Ketentuannya

Restoran dan Kafe Boleh Buka hingga Pukul 12 Malam, Ini Ketentuannya

Whats New
Aturan Hotel di Wilayah PPKM Level 2, 3, dan 4: Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Antigen atau PCR

Aturan Hotel di Wilayah PPKM Level 2, 3, dan 4: Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Antigen atau PCR

Whats New
Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masih Dilarang Masuk Bioskop

Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masih Dilarang Masuk Bioskop

Whats New
Simak, Ini Aturan Lengkap PPKM Level 4 di 10 Wilayah Luar Jawa-Bali

Simak, Ini Aturan Lengkap PPKM Level 4 di 10 Wilayah Luar Jawa-Bali

Whats New
Mau Beli Valas? Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Per 20 September 2021, Realisasi KUR Pertanian Capai Rp 56,3 Triliun

Per 20 September 2021, Realisasi KUR Pertanian Capai Rp 56,3 Triliun

Rilis
PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Perhotelan di Jawa dan Bali

PPKM Diperpanjang, Ini Aturan Perhotelan di Jawa dan Bali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.