Meski Dibayangi Naiknya Kasus Covid-19, IHSG Tetap Melaju di Zona Hijau, Rupiah Melemah

Kompas.com - 08/07/2021, 10:10 WIB
Ilustrasi saham, pergerakan saham. PIXABAY/STOCKSNAPIlustrasi saham, pergerakan saham.

JAKARTA, KOMPAS.com - Awal perdagangan di bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (8/7/2021), berada di zona hijau.

Berdasarkan data RTI, pukul 9.26 WIB, indeks acuan saham menguat 0,32 persen (19,2 poin) ke level 6.063,28.

Sebanyak 218 saham menguat, 175 melemah, dan 170 saham tidak mengalami perubahan harga. Untuk nilai transaksi perdagangan yang diperoleh pagi ini, sebesar Rp 2,5 triliun dari 3,7 miliar lembar saham diperjualbelikan.

Sementara ini, investor asing melakukan aksi jual di seluruh pasar yang mencapai Rp 65,68 miliar.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Melemah, Ini Saham-saham yang Bisa Dilirik Hari Ini

 

Menurut Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan, IHSG diperkirakan akan kembali melemah karena sentimen negatif dari tingkat kematian kasus Covid-19 di dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara teknikal pelemahan pada perdagangan sebelumnya didorong volume yang tinggi mengindikasikan potensi bearish.

"Perlu diwaspadai pergerakan masih dibayangi sentiment dari dalam negeri yakni jumlah kasus dan tingkat kematian Covid-19 yang naik signifikan serta masih harus mencermati dampak dari PPKM. IHSG diprediksi melemah," katanya dalam proyeksi tersebut.

Proyeksi yang sama juga dianalisa oleh CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya yang menurutnya, pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih betah berada dalam fase konsolidasi jangka panjang.

Fluktuasi harga komoditas serta nilai tukar rupiah belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG mengingat kondisi sektor riil yang masih melambat.

Baca juga: Simak Tips Investasi Saham untuk Investor Pemula

 

"Namun momentum dari pergerakan fluktuatif IHSG dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading harian ataupun investasi jangka pendek. Hari ini, IHSG berpotensi berada dalam tekanan," kata William.

Di pasar spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah turun 60 poin atau 0,41 persen menjadi Rp 14.542 per dollar AS. Sebelumnya, posisi kurs rupiah berada di Rp 14.482 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.