Mahendra K Datu
Pekerja corporate research

Pekerja corporate research. Aktivitas penelitiannya mencakup Asia Tenggara. Sejak kembali ke tanah air pada 2003 setelah 10 tahun meninggalkan Indonesia, Mahendra mulai menekuni training korporat untuk bidang Sales, Marketing, Communication, Strategic Management, Competititve Inteligent, dan Negotiation, serta Personal Development.

Futurismo: Aksi Korporasi Amazon dan "Brand Memory" MGM

Kompas.com - 08/07/2021, 12:43 WIB
Cuplikan film James Bond IMDbCuplikan film James Bond

Membeli perusahaan ya sesederhana itu: karena mampu membeli.

Namun, masih menurut Pallotta, bukan kebetulan belaka kalau Amazon tertarik membeli MGM Studio. Selama pandemi, industri entertainment seperti Group Disney, Warner dan Netflix tercatat meraup untung besar.

Lalu apa hubungannya dengan Amazon mengakuisi MGM Studio? Jawabannya ada di Intellectual Property-nya (IP), copyrights, paten.

MGM Studio memiliki koleksi lebih dari 4.000 film dan lebih dari 17.000 serial televisi. Membeli MGM berarti memiliki keseluruhan koleksi tersebut yang merupakan produksi sepanjang lebih dari 60 tahun sejak MGM pertama kali memproduksi film.

Baca juga: ByteDance Bakal Akuisisi Perusahaan Game Mobile Legend

Koleksi MGM inilah salah satu sumber daya yang saya maksud tadi. Dan jangan lupa, Amazon sendiri memiliki lini bisnis Amazon Prime Video (APV) serta Amazon Studio. Dua lini bisnis ini sangat berkepentingan sekali untuk menjadi besar dalam waktu singkat.

Mengakuisisi MGM dilihat sebagai jawaban atas visi itu.

Namun ada satu yang menggelitik. Mengapa MGM? Mengapa bukan Disney yang jelas-jelas kaya raya soal koleksi film-filmnya. Atau Netflix yang memiliki sekitar 208 juta pelanggan berbayar di seluruh dunia. Atau, Warner Studio, HBO, atau jaringan studio dari California hingga New York? Bukankah Amazon cukup mampu untuk memborong itu semua?

Bond. James Bond.

Inilah tiga kata ajaib yang masih menurut Frank Pallotta menjadi daya tarik tersendiri bagi bos Amazon untuk mengakuisisi MGM Studio.

Bond, James Bond. Brand ‘James Bond’ adalah waralaba film tersukses sepanjang masa sejak diluncurkan edisi pertamanya tahun 1962 (Dr. No).

Dengan edisi ke-27 siap rilis tahun 2020 (‘No Time To Die’, mundur ke tahun ini karena pandemi), film yang mengisahkan sepak terjang Agen 007 asal Inggris menyelamatkan dunia telah menjadi inspirasi kreativitas film-film berikutnya sepanjang hampir enam dekade.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
WORK SMART
Self-Coaching
Self-Coaching
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.