Mahendra K Datu
Pekerja corporate research

Pekerja corporate research. Aktivitas penelitiannya mencakup Asia Tenggara. Sejak kembali ke tanah air pada 2003 setelah 10 tahun meninggalkan Indonesia, Mahendra mulai menekuni training korporat untuk bidang Sales, Marketing, Communication, Strategic Management, Competititve Inteligent, dan Negotiation, serta Personal Development.

Futurismo: Aksi Korporasi Amazon dan "Brand Memory" MGM

Kompas.com - 08/07/2021, 12:43 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Plot cerita yang unik dengan menonjolkan gawai-gawai canggih khas agen rahasia menjadi semacam rumus paten film-film ‘penyelamatan dunia’ lainnya seperti seri Mission Impossible (remake, sudah 6 edisi), Fast Furious (sudah 8 edisi), XXX (sudah 3 edisi), Kingsmen (sudah 2 edisi), dll.

Bisa dibayangkan para pemirsa film action tak pernah berhenti menggemari genre film yang menyuguhkan para jagoan berotot yang pandai berkelahi dan dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih nan unik.

Baca juga: Akuisisi Air Mancur Group, Combiphar: Ini Warisan Indonesia, Sayang Jika Diambil Asing

 

Ini yang dicoba dikapitalisasi Amazon. Sentimentalisme ketokohan dalam brand James Bond 007 dan eksibisi berbagai peralatan canggih para agen rahasia. Bukan sekadar MGM-nya.

Kapitalisasi Brand Memory

Top of Mind – hal apa yang paling kuat di dalam benak. Misalnya saja, Youtube. Youtube jelas lebih kuat brand-nya dibanding Google Video, dan itu alasan kenapa pada akhirnya Google menyerah dengan produknya sendiri dan mengakuisisi Youtube yang saat itu "hanya" memiliki 72 juta pelanggan seharga "cukup murah" 1,65 miliar dollar AS.

Google rela mengubur Google Video, buang begitu saja jutaan dollar AS biaya pengembangannya, dan masih harus mengeluarkan mahar beli Youtube seharga 1,65 miliar dollar AS dari tiga orang kreatif pencipta Youtube.

Yang mana si pencipta Youtube bahkan tak tahu persis bagaimana memonetisasinya secara masif.

Sama seperti Youtube, Tik Tok juga memiliki kekuatan brand memory yang masif, jauh lebih besar daripada brand Bytedance yang memilikinya. Taipan mengakuisisi Tik Tok, bukan Bytedance. Amazon mengakuisisi MGM karena James Bond-nya, juga deep catalogue yang sangat masif jumlahnya.

Baca juga: 3 Cara Meningkatkan Nilai Brand Bisnis Anda

Hanya ada dua target saat sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lainnya: jumlah massa (pelanggannya), atau jumlah aset – dalam istilah akuisisi Amazon atas MGM, ‘deep catalogue’-nya – yang bernilai tinggi.

Google membeli Youtube karena tahu betul bahwa keterlambatan memasif-kan brand produknya sendiri, Google Video, akan memberi ruang gerak yang longgar bagi para copycats untuk meniru model bisnisnya dan bahkan memberi mereka start awal yang lebih mudah.

Youtube harus diakuisisi segera karena brand-nya sudah kuat, basis pelanggannya sangat besar, dan Google tahu betul bagaimana membesarkan Youtube karena ia sudah memiliki ekosistemnya.

Cara Amazon memilih perusahaan mana yang akan diakuisisi menjadi semacam trend baru. Tentu uang bisa bicara banyak.

Mengakuisisi brand yang tepat sejauh ini menjadi formula bagi korporasi-korporasi besar yang hendak melakukan ekspansi secara instan dengan target massa dan aset.

Di Indonesia sendiri sudah jamak terjadi banyak akuisisi hanya melibatkan brand-nya saja, sementara aset lainnya (pabrik, SDM, bangunan dan mesin-mesin, dll) tidak dimasukkan dalam kontrak akuisisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.