Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 33 Persen Selama PPKM Darurat, KAI: Ini Pertanda Bagus

Kompas.com - 08/07/2021, 15:31 WIB
Ilustrasi KAI KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoIlustrasi KAI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaporkan adanya penurunan jumlah penumpang di berbagai layanan perseroan sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali pada 3 Juli 2021.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, rata-rata harian jumlah pelanggan kereta api yang terdiri dari kereta api jarak jauh, kereta bandara, hingga KRL, pada tanggal 3 sampai 7 Juli 2021 hanya mencapai 246.909 pelanggan.

Jumlah tersebut turun 33 persen dibanding periode yang sama pada pekan sebelumnya, atau tanggal 26 sampai 30 Juni 2021, yakni sebesar 365.810 pelanggan.

Baca juga: KAI Buka Vaksinasi Gratis di Stasiun, Cek Syarat dan Lokasinya di Sini

"Penurunan jumlah pelanggan Kereta Api ini menunjukkan pertanda positif, dimana masyarakat mulai mematuhi kebijakan pemerintah untuk meminimalisasi mobilitasnya selama PPKM Darurat," tutur Joni dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7/2021).

Joni memperkirakan, ke depan, jumlah pelanggan kereta api akan semakin menurun, seiring dengan gencarnya sosialisasi pemerintah terkait PPKM Darurat kepada masyarakat.

Untuk mendukung aturan tersebut, pada masa PPKM Darurat KAI hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas maksimal tempat duduk untuk kereta api jarak jauh dan kereta api bandara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, untuk kereta api lokal tiket yang dijual hanya mencapai 50 persen.

Sedangkan untuk KRL pelanggan yang diizinkan hanya maksimal 32 persen atau 52 pelanggan per kereta dari yang sebelumnya 74 pelanggan per kereta.

Baca juga: KAI Batalkan Perjalanan 44 Kereta Api Selama Masa PPKM Darurat

"Untuk menjaga agar jumlah pengguna di dalam KRL sesuai aturan tersebut, KAI Commuter lakukan penyekatan yang lebih ketat di stasiun-stasiun ramai khususnya pada jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari," ujar Joni.

Di samping memperkecil kapasitas penumpang, KAI juga mengurangi jumlah perjalanan kereta api untuk mengoptimalkan pembatasan mobilisasi masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak.

Rata-rata kereta api yang dijalankan KAI Group pada PPKM Darurat adalah 1.241 kereta api per hari, turun 13 persen dibanding periode bulan Juni yaitu 1.430 kereta api per hari.

"Meskipun pelanggan Kereta Api mengalami penurunan, KAI tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan tidak mengendurkan pengawasan," ucap Joni.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.