Erick Thohir: Dalam 10 Tahun, BUMN Sumbang Penerimaan Negara Rp 3.295 Triliun

Kompas.com - 08/07/2021, 20:09 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan, sepanjang 10 tahun terakhir perusahaan pelat merah telah berkontribusi menambah penerimaan negara sebesar Rp 3.295 triliun. Pendapatan itu disetorkan dalam bentuk dividen, PNBP, dan pajak.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya saat ini pun terus mendorong perusahaan-perusahaan BUMN tetap bisa meningkatkan kontribusi ke penerimaan negara, meski di tengah tekanan pandemi Covid-19.

"Kalau dilihat dalam 10 tahun terakhir angkanya Rp 3.295 triliun," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Suntik 12 BUMN, Erick Thohir Minta Dana PMN Rp 72,44 Triliun

Secara rinci setoran BUMN itu terdiri dari penerimaan pajak 54 persen atau sebesar Rp 1.872 triliun, dividen 11 persen atau setara Rp 388 triliun, serta PNBP 30 persen atau sebesar Rp 1.035 triliun.

Namun kontribusi BUMN yang besar ke kas negara itu berbanding terbalik dengan realisasi penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan pemerintah.

"Kalau bandingkan dengan PMN adalah 4 persen atau Rp 147 triliun (dari total kontribusi BUMN ke negara)," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Erick mendorong, untuk 2020-2024 antara PMN dan pendapatan negara dari BUMN bisa seimbang, lantaran semakin banyak pula pekerjaan maupun penugasan yang digarap oleh BUMN.

"Sekarang kok dividen dan PMN-nya seimbang. Memang banyak penugasan BUMN yang selama ini dilihat sangat penting," ungkap dia.

Adapun untuk tahun ini, Erick menargetkan, adanya peningkatan dividen dari perusahaan pelat merah setidaknya menjadi sebesar Rp 30 triliun-Rp 35 triliun, dari tahun lalu yang mencapai Rp 26 triliun.

"Kami berupaya sekuat tenaga di kondisi Covid-19 untuk beri dividen di tahun depan paling tidak sama dengan tahun sebelum kami diberi penugasan, yaitu sekitar Rp 40 triliun. Tentu ini tidak mudah, di mana 90 persen BUMN terdampak (pandemi)," kata Erick.

Baca juga: Tak Punya BUMN yang Produksi Oksigen, Ini Cara Erick Thohir Atasi Kelangkaan Oksigen



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.