Kompas.com - 09/07/2021, 05:05 WIB
Para jemaah haji 2020 tengah melaksankaan Sa'i dengan tetap menerapkan social distancing dan menggunakan masker Dokumentasi Kementerian Haji Arab SaudiPara jemaah haji 2020 tengah melaksankaan Sa'i dengan tetap menerapkan social distancing dan menggunakan masker

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan dana calon jemaah haji di perbankan. 

Sebab, dana tersebut dijamin oleh LPS.

Selain itu, otoritas keuangan pemerintah turut melakukan pengawasan terhadap perbankan termasuk perbankan syariah.

Baca juga: Dana Haji di CIMB Niaga hingga Mei 2021 Naik 131 Persen

Purbaya juga memberi kepastian terhadap kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap pengelolaan dana haji.

Ia menambahkan, ketentuan Undang-Undang (UU) Pengelolaan Keuangan Haji Nomor 34 Tahun 2014 telah memberikan koridor pengelolaan keuangan haji secara kehati-hatian oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Pengelolaan keuangan dana haji juga diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK RI. Dengan pengawasan yang berlapis-lapis dan program penjaminan LPS, dana haji yang dikelola oleh BPKH di industri perbankan terjamin keamanannya,” ujar Purbaya dalam forum virtual Dana Haji Dijamin LPS, digelar oleh Berita Satu TV, Kamis (08/07/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjaminan simpanan yang dilaksanakan oleh LPS saat ini didasarkan pada Undang-undang LPS yaitu UU Nomor 24 Tahun 2004, yang berlaku untuk simpanan nasabah di perbankan nasional.

Termasuk dana haji yang dikelola oleh BPKH yang ditempatkan dalam rekening simpanan di perbankan.

Baca juga: Ini Jumlah Dana Haji yang Ditempatkan di Perbankan

Kemudian, Peraturan LPS No. 2/PLPS/2010 yang telah diubah terakhir dengan Peraturan LPS No. 2 Tahun 2020 tentang program penjaminan simpanan, dalam hal nasabah memiliki rekening simpanan yang diperuntukkan bagi kepentingan pihak lain (beneficiary), maka saldo rekening tersebut diperhitungkan sebagai saldo rekening pihak lain (beneficiary) yang bersangkutan.

Sementara, dana haji yang ditempatkan oleh BPKH pada rekening simpanan di bank syariah termasuk dalam kategori simpanan milik pihak lain (beneficiary), yaitu bagi kepentingan para calon jemaah haji.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.