Jelang Akhir Pekan, Lonjakan Kasus Covid-19 Bikin IHSG dan Rupiah Melemah

Kompas.com - 09/07/2021, 09:59 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif ke zona merah, Jumat (9/7/2021).

Berdasarkan data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG turun sebesar 0,07 persen atau 4,4 poin ke level 6.035,43.

Sebanyak 132 saham menguat, 189 melemah, dan 174 saham tidak mengalami perubahan harga.

Baca juga: Meskipun Ada PPKM Darurat, IHSG Bulan Ini Diprediksi Menguat ke Level 6.200

Adapun nilai transaksi yang diperoleh pagi ini sebesar Rp 1,00 triliun dari 1,57 miliar lembar saham diperdagangkan.

Di tengah melemahnya IHSG, investor asing di seluruh pasar melakukan aksi beli yang mencapai Rp 29,44 miliar.

Menurut Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan, IHSG akhir pekan ini diprediksi melemah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara teknikal, kata dia, indikator stochastic membentuk dead cross mengindikasikan potensi pelemahan.

"Perlu diwaspadai pergerakan masih dibayangi sentimen dari dalam negeri yakni jumlah kasus dan tingkat kematian Covid-19 yang naik signifikan serta masih harus mencermati dampak dari PPKM Darurat," kata Dennies dalam proyeksinya.

Baca juga: Bukalapak Bersiap Melantai di Bursa, Ini Harga Saham dan Tanggalnya

Sementara, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan, pergerakan IHSG masih menunjukkan pola tekanan terbatas karena minimnya sentimen serta perlambatan roda perekonomian yang terjadi masih menjadi tantangan tersendiri bagi Pasar Modal Indonesia, sehingga belum terlihat adanya pendongkrak kenaikan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.

"Namun momentum tekanan masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor baik jangka pendek, menengah maupun panjang, dikarenakan dengan pergerakan fluktuatif yang terjadi dalam IHSG dapat dimanfaatkan untuk melakukan trading ataupun investasi jangka pendek," ujar William.

Di Pasar Spot, posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berada di teritori negatif.

Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.34 WIB, kurs rupiah turun tipis 0,15 persen atau 22 poin menjadi Rp 14.547 per dollar AS. Dari posisi kurs rupiah Kamis (8/7/2021) kemarin, di Rp 14.525 per dollar AS.

Baca juga: [POPULER MONEY] Investigasi BPKP Soal PNS Fiktif Terima Gaji | Kiprah Bisnis Ardi Bakrie

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.