Menkes Targetkan 225.000 Difabel di Jawa dan Bali Divaksinasi

Kompas.com - 09/07/2021, 12:55 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikit saat meninjau pelaksaan vaksinasi di wilayah Tangerang Selatan, Rabu (2/5/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaMenteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikit saat meninjau pelaksaan vaksinasi di wilayah Tangerang Selatan, Rabu (2/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan 225.000 kaum difabel dari Jawa dan Bali bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Hal ini diungkapkan Budi dalam sambutannya di acara vaksinasi masyarakat berkebutuhan khusus yang dilakukan di Gedung SMESCO, Jakarta Jumat (9/7/2021)

“Di dalam perjalanannya kita sudah melihat lebih dari 20.000 disabilitas yang sudah divaksinasi. Targetnya, memang kita ingin sesegera mungkin bisa melakukan vaksinasi terhadap 225.000 sasaran khususnya di Jawa dan Bali karena daerah tersebut merupakan zona merah dan jumlah kasusnya tinggi sekali,” kata Budi.

Baca juga: Cara dan Syarat Daftar Vaksinasi Covid-19 Gratis dari MRT Jakarta

Budi mengakui, saat ini memang Indonesia dihadapkan pada keterbatasan akses program vaksinasi bagi masyarakat difabel.

Maka dari itu, Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran untuk memberikan prioritas kepada kaum difabel dalam mengakses vaksinasi.

“Kita berjuang mastikan fasilitas untuk melayani disabilitas, untuk secepat mungkin melindungi rekan kita para disabilitas ini,” tegas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Panitia Vaksin Anne Patricia Susanto mengungkapkan sejak 7 Juni 2021, vaksinasi sudah diberikan kepada 70.000 penerima vaksin yang terdiri dari pelaku UMKM, usia 12 tahun ke atas, dan hari ini untuk kaum difabel.

Adapun vaksin yang digunakan di dua minggu pertama adalah AsraZeneca, dan kali ini menggunakan Sinovax.

Baca juga: Cara Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19 di Pedulilindungi

“Hari ini kami mulai melayani kaum difabel yang didukung oleh Grab, GoodDoctor, dan BlueBird. Sebenarnya ekonomi Indonesia memang memerlukan public private partnership. Pemerintah dan private sector membantu bersama untuk menanggulangi Covid-19,” ujar Anne.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, vaksin bersama HIPPINDO menargetkan 500.000 penerima vaksin. Untuk masyarakat disabilitas ditargetkan 500 peserta bisa berpartisipasi,

Saat ini, yang sudah tervalidasi sebanyak 114 perserta.

Teten mengapresiasi kegiatan ini, dan diharapkan bisa mendorong suksesnya target vaskinasi nasional hingga akhir tahun 2021.

“Kolaborasi ini merupakan kerja sama penting dan krusial, dengan akselerasi vaksin ini diharapkan bisa mencapai target vaksinasi nasional sebesar 181 juta penduduk dan ini saya kita harapkan terealisasi di akhir tahun," kata Teten.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.