Kinerja Penjualan Eceran Juni 2021 Melambat, Ini Sebabnya

Kompas.com - 09/07/2021, 13:13 WIB
Ilustrasi pasar KOMPAS.COM/IKA FITRIANAIlustrasi pasar

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Juni 2021 penjualan eceran tumbuh melambat. Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) menunjukan, mayoritas kelompok penjualan tumbuh melambat.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, perlambatan tersebut selaras dengan mulai kembali normalnya aktivitas ekonomi, mengingat pada Mei 2021 terdapat momen Idul Fitri.

Perlambatan pertumbuhan penjualan eceran terefleksikan dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2021 sebesar 202,3 atau secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 4,5 persen year on year (yoy), tidak setinggi pertumbuhan sebesar 14,7 persen yoy pada Mei 2021.

Baca juga: Banyak Diskon Bertebaran, Penjualan Eceran Melonjak

"Mayoritas kelompok tercatat mengalami perlambatan, terutama kelompok suku cadang dan aksesori, dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, sementara penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta kelompok barang budaya dan rekreasi mengalami kontraksi," tutur Erwin dalam keterangan tertulis, Jumat (9/7/2021).

Dengan realisasi tersebut, data BI menunjukan secara bulanan penjualan eceran Juni 2021 diprakirakan terkontraksi sebesar -11,1 persen.

Sedangkan pada bulan Mei 2021, responden mengindikasikan kinerja penjualan eceran baik secara bulanan dan tahunan mencatat pertumbuhan positif. IPR Mei 2021 tumbuh 3,2 persen month to month mtm dan 14,7 persen yoy, meskipun tidak setinggi 17,3 persen mtm dan 15,6 persen yoy pada April 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Responden menyampaikan perlambatan kinerja penjualan eceran terutama disebabkan oleh permintaan yang tidak setinggi pada Ramadan, serta pembatasan mobilitas saat HBKN Idul Fitri sejalan dengan pengendalian Covid-19.

"Perlambatan terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan subkelompok sandang," kata Erwin.

Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November) diprakirakan melambat.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang (Agustus) sebesar 124,4, menurun dari bulan sebelumnya, didukung oleh distribusi barang semakin lancar.

"Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang (November) sebesar 119,9, lebih rendah dari capaian pada bulan sebelumnya sebesar 134,0 didukung oleh distribusi barang yang lancar dan pasokan yang cukup," ucap Erwin.

Baca juga: Indofarma: Harga Eceran Tertinggi Ivermectin Rp 7.885 Per Tablet

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.