KILAS

Stiker Lockdown Sudah Dilepas, Kementan Pastikan Patuhi Prokes Selama PPKM Darurat

Kompas.com - 09/07/2021, 13:13 WIB
Stiker Segel Lockdown di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) dilepas usai Satgas kaji ulang tugas dan fungsi esensial Kementan. DOK. Humas Kementerian PertanianStiker Segel Lockdown di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) dilepas usai Satgas kaji ulang tugas dan fungsi esensial Kementan.

KOMPAS.com – Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian (Kementan) Musyafak menyampaikan, stiker segel lockdown dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang dipasang di kantor Kementan sudah dilepas.

“Pak Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono sudah menjelaskan kepada Tim Satgas dan Pak Sekda, akhirnya stiker lockdown sudah dilepas,” jelas Musyafak pada Kamis (8/7/2021).

Sebagai informasi, kantor pusat Kementan sempat disegel oleh Satgas Covid-19 DKI Jakarta lantaran diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) di tempat kerja.

Musyafak membenarkan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat merupakan aturan ketat yang tidak boleh dilanggar. Namun di sisi lain, Kementan memiliki tanggung jawab besar untuk mengamankan ketersediaan pangan nasional.

Baca juga: Sawah Petani di Jatiluwih, Bali, Diserang OPT, Kementan Sarankan Ikut AUTP

“Dan itu perlu koordinasi, monitoring dan sebagainya, sehingga tidak mungkin di Kementan itu lockdown 100 persen," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Jumat (9/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, pihak Satgas Covid-19 DKI Jakarta pun membatalkan segel lockdown usai mendapat penjelasan dan mengkaji ulang tugas dan fungsi Kementan.

Musyafak menjelaskan, 25 persen pegawai di Badan Karantina Pertanian (Barantan) tetap masuk kantor dengan alasan karantina adalah unit esensial yang bertugas melayani urusan karantina masyarakat.

“Barantan itu masuk tapi tidak lebih dari 25 persen, sehingga sebetulnya sudah menerapkan prokes Covid-19,” katanya.

Baca juga: Dongkrak Pertanian Produktivitas, Kementan Realisasikan Program Pembangunan Jalan

Ia menyebutkan, pihak Kementan selalu terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak demi menyukseskan PPKM darurat untuk menekan penularan Covid-19 Tanah Air.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 303 orang pegawai Kementan yang terpapar Covid-19.

“Bukan hanya di kantor pusat saja, jumlah yang terpapar itu ada di mana-mana. Jadi sekali lagi, terkait PPKM (Darurat) ini, Pak Sekjen sudah membuat surat edaran, di situ dijelaskan aturan ketat dan disiplin prokes,” tutur Musyafak.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk kantor Kementan yang pegawainya banyak terpapar dan tugasnya tidak esensial, maka kantor tersebut harus lockdown selama tiga hari. Jika memang tetap bekerja, maksimal hanya 25 persen pegawai yang boleh masuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.