Kemenkeu: PPKM Darurat Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III

Kompas.com - 09/07/2021, 16:33 WIB
Akses jalan menuju kawasan Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Penutupan yang dimulai pada Rabu (7/7/2021) sampai Selasa (20/7/2021) itu bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat. KOMPAS.COM/IKA FITRIANAAkses jalan menuju kawasan Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Penutupan yang dimulai pada Rabu (7/7/2021) sampai Selasa (20/7/2021) itu bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, PPKM Darurat akan menahan laju pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021.

Oleh karena itu, target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen hingga 5,3 persen tahun 2021 perlu direvisi. Pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 ini berada pada rentang 3,7 persen sampai 4,5 persen.

"Dengan PPKM darurat jelas akan berdampak (pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III), dan nanti dampaknya akan terlihat sesignifikan apa itu di kuartal III," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu dalam taklimat media secara virtual, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Standard Chatered Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Febrio menuturkan, sektor transportasi, pakaian, dan tempat rekreasi menjadi sektor yang paling terdampak karena adanya penurunan mobilitas manusia selama PPKM darurat.

Namun, dampaknya tak berlaku bagi sektor investasi. Febrio memperkirakan, dampak pada sektor ini masih moderat lantaran 70 persen komposisi investasi dalam bentuk bangunan.

"Proyek pembangunan, konstruksi, masih bisa berjalan dengan prokes yang ketat (karena masuk dalam sektor kritikal) sehingga investasi harusnya tidak akan terdampak, sangat moderat," tutur Febrio.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun dampak terhadap sektor usaha akan bervariasi tergantung pada jenisnya. Jenis usaha yang kemungkinan akan terdampak paling parah adalah usaha yang bergerak di sektor non-esensial.

Sedangkan usaha yang berorientasi ekspor dinilai akan sangat tahan banting.

"Maka tentunya saya katakan, vaksinasi harus segera diakselerasi dan terus dilakukan. Kita berharap (ekonomi) masih bisa (tumbuh) 3,7-4,5 persen untuk keseluruhan tahun," beber Febrio.

Baca juga: Sri Mulyani Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021 Bisa 7 Persen

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pelaksanaan PPKM darurat sangat menentukan penurunan jumlah kasus Covid-19. Jika PPKM berhasil, ekonomi akan membaik seperti yang terjadi di kuartal I dan kuartal II 2021.

Pada dua kuartal itu, tenaga kerja mulai terserap kembali karena ritme produksi industri sudah mengalami peningkatan. Mulai masifnya produksi terlihat dari naiknya konsumsi listrik pada sektor industri dan bisnis, sedangkan konsumsi listrik rumah tangga menurun.

"Konsumen melakukan konsumsi semakin optimis, mobilitas menunjukkan sudah pada titik sebelum pandemi, penjualan ritel terus tumbuh. Kami berharap (PPKM darurat sebagai) ikhtiar dan kerja keras kita semua bisa segera menurunkan jumlah kasus," tandas Febrio.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.